Brand Equity Kuat Jadi Modal Bank Muamalat Untuk Tumbuh
Jakarta – Pengamat industri keuangan syariah sekaligus Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Karim menilai, walau diterpa permasalahan modal dan berbagai isu miring, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) diyakini akan terus bertahan dan berkembang.
“Bank Muamalat itu bank dengan brand equity tinggi. Meskipun memiliki pembiayaan bermasalah dan diterpa berbagai isu, dana pihak ketiganya terus meningkat,” kata Adiwarman ketika dihubungi Infobank di Jakarta, Selasa 17 April 2018.
Dirinya menjelaskan, masih sulitnya investor yang ingin masuk lebih disebabkan oleh alotnya negosiasi mengenai jumlah kebutuhan modal antara internal Bank Muamalat dan calon investor.
“Alotnya negosiasi diperkirakan antara lain tentang berapa nilai brand equity tersebut diterjemahkan kedalam perhitungan harga saham dan price to book value nya. Calon investor juga perlu dihitung kompatibilitas nya dengan brand equity Bank Muamalat,” jelas Adiwarman.
Baca juga: Ini Jawaban Kementerian BUMN, Soal Penawaran Muamalat
Dirinya mengimbau kepada Bank Muamalat untuk lebih selektif memilih calon investor. Dimana dirinya menilai, calon investor yang akan masuk harus memperkuat brand equity, bukan untuk melemahkan.
Sebagai informasi, Bank Muamalat tercatat mengalami permasalahan permodalan dengan batalnya PT Minna Padi Investama Tbk mengakuisisi saham mayoritas. Selain itu, permasalahan Bank Mualamat juga disebabkan karena pemilik saham tidak dapat meningkatkan porsi permodalan kepada Bank Muamalat.
Untuk saat ini saham Bank Muamalat dimiliki oleh Islamic Development Bank (IDB) sebesar 32,74%, kemudian Nasional Bank of Kuwait dan dan Bank Boubyan sebesar 30%. Saham bank syariah pertama ini juga dimiliki oleh SEDCO Holding sebesar 17,91% dan sisanya adalah pemilik perorangan sekitar 19%. (*)
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More