MNC Insurance; Target optimis. (Foto: Istimewa).
Tak ingin hanya mengandalkan captive, MNC Insurance tingkatkan kerjasama dengan dealer dan perusahaan pembiayaan. Apriyani Kurniasih.
Tangerang–MNC Insurance optimis dapat membukukan pertumbuhan premi sebesar 30% hingga 40% tahun ini, kendati, terjadi tren perlambatan pada penjualan kendaraan.Target ini terbilang tinggi mengingat industri yang diwakili Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hanya menargetkan pertumbuhan premi sekitar 13% tahun ini.
Suherman Budi Darmawan, Direktur Utama MNC Insurance mengatakan, saat ini pencapaiannya sudah sebesar 40% dari target. “Kami optimis akan bisa meraih sisanya sebesar 60% di semester kedua” imbuhnya.
Budi mengakui, saat ini penjualan kendaraan memang melambat. Namun , lanjutnya, asuransi kendaraan potensinya masih sangat besar, sehingga ia meyakini tetap ada peluang disana.
Untuk memuluskan langkahnya, perusahaan yang merupakan anak usaha MNC Grup ini meluncurkan dua produk baru. Yakni, asuransi alat berat dan asuransi kendaraan .
“ Untuk asuransi kendaraan, rate sudah ditentukan oleh OJK. Sekarang ini kompetisinya ada pada pelayanan” jelas Budi.
Karenanya, pada peluncuran produk asuransi kendaraan terbarunya bertajuk MNC Totalcare, MNC, menambahkan sejumlah fitur baru untuk mempermudah nasabah. Fitur tersebut diantaranya, layanan call center 24 jam, dan fasilitas mobil derek. Selain itu, MNC Insurance juga melakukan diversifikasi pemasaran.
“Kalau selama ini mengandalkan agen dan broker saja, kami tingkatkan untuk memperbanyak kerjasama dengan dealer dan perusahaan pembiayaan. Selain itu, kami juga memiliki jaringan kantor pemasaran yang luas” imbuh Budi.
Saat ini, perolehan premi MNC Insurance didominasi oleh asuransi kendaraan dan asuransi properti. Porsi keduanya masing-masing mencapai sekitar 30% dari total premi. Sementara, pasar captive turut berkontribusi sekitar 30% dari total premi.
“Kami tidak ingin hanya mengandalkan captive” pungkasnya.
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More