Bank MNC Internasional Incar Rp500 Miliar dari Rights Issue
Jakarta– PT Bank MNC Internasional, Tbk (MNC Bank) tahun ini rencananya akan mendapat suntikan modal senilai Rp500 miliar. Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, penambahan modal itu akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mengembangkan bisnis bank.
“Rencananya di kuartal tiga atau empat,” kata Benny pada Infobanknews dalam pesan instannya di Jakarta, Selasa 3 Mei 2016. Benny mengatakan saat ini modal inti MNC Bank adalah Rp1,5 triliun. Untuk memperkuat permodalannya, MNC Bank juga tidak membagikan deviden tahun 2015 sebesar Rp8,2 miliar. Dengan penambahan modal dari laba ditahan itu, saat ini Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) MNC Bank di level 17,83%.
Pencatatan laba tersebut cukup signifikan mengingat selama lima tahun terakhir, MNC Bank selalu merugi. Perseroan pada tahun 2015 mampu membukukan pendapatan bunga bersih Rp287,1 miliar. Angka tersebut meningkat 21,5% dari pendapatan bunga bersih 2014 sebesar Rp236,3 miliar.
Sejalan dengan peningkatan pada laba tahun berjalan, MNC Bank juga membukukan laba komprehensif Rp68,1 miliar dibandingkan 2014 yang mencatat rugi komprehensif Rp38 miliar. Pada tahun ini, perusahaan membidik laba bersih Rp30 miliar. Artinya, meningkat 265,85% dari posisi laba Rp8,2 miliar pada akhir 2015.
Sementara untuk tahun ini perseroan menargetkan kredit sebesar Rp9 triliun, atau tumbuh 26,76% dari posisi kredit Rp7,1 triliun per Desember 2015. Peningkatan kredit lebih difokuskan untuk mengarah ke konsumer, sisanya akan ditopang oleh komersial dan korporasi. (*)
Editor : Apriyani K
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,15 persen ke level Rp16.971 per dolar AS, dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 17 Maret 2026, meliputi emas Antam,… Read More
Melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyerahkan 114.000 paket berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan 17 Maret 2026 dengan target pelemahan di… Read More
Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More