penyaluran kredit perbankan di Maret 2018 Tumbuh 8-9%
Jakarta — Bank Indonesia (BI) menilai lambatnya penyaluran kredit perbankan baik di pusat maupun daerah masih menjadi problematika sektor keuangan di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, bank sentral terus mendukung terciptanya demand kredit di masyarakat dan perusahaan melalui mix and match atau penyocokan sektor dengan ketersediaan supply perbankan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo saat acara Capital Market Summit & Expo secara virtual. Menurutnya, faktor permasalahan lambatnya kredit terjadi akibat dari dua sisi yakni supply dan demand.
“Dari sisi supply perbankan itu likuiditas kan berlebih karena suku bunga kan turun kebijakan-kebijakan makroprudensial maupun mikro mendukung serta relaksasi. Dari sisi supply perbankan itu terjaga namun kendala-kendalanya memang karena meningkatnya risiko kredit,” kata Perry melalui video conference di Jakarta, Senin 19 Oktober 2020.
Perry menilai, faktor permintaan akan kredit masih sangat lambat akibat pandemi Covid-19, oleh karena itu seluruh pihak harus berkerja sama dalam mendorong dan mengupayakan terciptanya demand kredit di masyarakat.
“Tentu saja ini adalah keterkaitan di faktor demand dari sisi permintaan kredit karena memang kan dampak Covid membuat kegiatan usaha menurun dan ini yang akan terus digenjot dengan absorbsi anggaran Pemerintah yang cepat dan produktivitas yang aman. Kita juga berusaha untuk mix and matching-kan antara supply dan demand antara kredit,” jelas Perry.
Sebagai informasi saja, BI pun mencatatkan penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2020 sebesar Rp5.520,9 triliun. Angka tersebut tercatat hanya tumbuh 0,6% (yoy), lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya di Juli 2020 yang tumbuh 1,0%, yoy. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More
Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More
Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More
Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More
Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More
Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More