Jakarta – Mirae Asset Sekuritas menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 7.915 hingga akhir 2024. Ini didukung oleh sejumlah faktor positif dari global maupun domestik
Head of Investment Information Mirae Asset, Martha Christina, mengatakan bahwa dari sisi global didukung dengan adanya perkiraan pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebanyak tiga kali masing-masing 25 bps hingga akhir tahun.
“Jadi target yang baru itu adalah di level 7.915 itu yang dirilis oleh dating research kami itu di September kemarin baru di awal September dan kalau kita lihat faktor yang membuat IHSG bisa ke level 7.915 itu memang terkait dengan pemangkasan suku bunga baik itu dari Bank Sentral Amerika maupun Bank Sentral Indonesia,” ucap Martha dalam Media Day di Jakarta, 12 September 2024.
Baca juga: Investor Simak! Pekan Ini IHSG Bakal Dipengaruhi 3 Sentimen Berikut
Selain suku bunga The Fed, Martha juga memperkirakan Bank Indonesia (BI) juga akan memangkas suku bunga sebanyak 25 bps menjadi 6,00 persen dari posisi sebelumnya 6,25 persen pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan depan.
“Kemungkinan itu seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah yang kita lihat dalam sebulan terakhir itu sudah menguat cukup baik ya, di level Rp15.300 dan sekarang sudah cukup terjatuh di level Rp15.400 sampai Rp15.500,” imbuhnya.
Baca juga: Saham Tugu Insurance (TUGU) Ditutup Menguat, Naik ke Level Rp1.215
Adapun, ia menjelaskan perkiraan penurunan suku bunga BI juga didukung oleh data inflasi dalam tiga bulan terakhir, di mana angka inflasinya relatif rendah dan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat positif.
“Dari Indonesia untuk proyeksi ekonomi 2024 dan 2025 ini dari Tim Research Mirae Asset Itu targetnya masih tetap ya di level 5,01 persen untuk pertumbuhan GDP-nya tahun 2024 ini, dengan household consumption-nya akan membaik dibandingkan pertumbuhannya lebih tinggi daripada tahun lalu di 4,85 persen,” ujar Martha. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More