Market Update

Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Poin Penting

  • Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000 dan rupiah di atas 17.000.
  • Tekanan eksternal berpotensi berlanjut, dipicu geopolitik, harga minyak, dan potensi capital outflow hingga Rp1 triliun per hari.
  • Secara teknikal IHSG masih bearish, dengan potensi turun ke 6.892–6.731 jika belum menembus resistance 7.117–7.222.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi dan ditutup di bawah level 7.000 yang mencerminkan sentimen risk-off yang masih dominan. 

Meski IHSG mengalami rebound pada awal perdagangan hari ini sebesar 2,49 persen ke level 7.144,38 dari posisi 6.971,02. Namun, dalam sebulan terakhir, IHSG masih melemah 9,71 persen.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai pelemahan IHSG yang sempat turun di bawah level 7.000, bersamaan dengan rupiah yang bertahan di atas 17.000, mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar domestik.

Sehingga menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang stabilisasi di pasar saham dan nilai tukar rupiah semakin terbatas, terutama di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

“Dengan IHSG yang telah terkoreksi hingga 6.917 dan rupiah di atas 17.000, kami melihat tekanan pasar masih berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar dana asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per hari dalam jangka pendek,” kata Rully dalam keterangannya dikutip, Rabu, 8 April 2026.

Baca juga:IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Ke depan, tekanan diperkirakan berlanjut seiring eskalasi geopolitik dan kenaikan harga minyak, yang umumnya menekan mata uang negara net importir seperti Indonesia.

Di sisi fiskal, kebijakan pemerintah menahan harga BBM untuk menjaga daya beli turut mendorong defisit APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen PDB, meningkat dari 0,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Upaya menjaga stabilitas tetap penting, namun konsekuensinya adalah meningkatnya tekanan terhadap fiskal dan cadangan devisa,” imbuhnya.

Secara Teknikal Masih Bearish

Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai IHSG secara teknikal saat ini masih berada dalam fase konsolidasi bearish.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di 6.892 hingga 6.731, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.117 hingga 7.222,” ujar Nafan.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat 3,39 Persen ke Level 7.207
Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Menyusut jadi USD148,2 Miliar, Ini Penjelasan BI

Adapun ia menambahkan, selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut dan tekanan jual masih akan mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

3 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

3 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

3 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

3 hours ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

3 hours ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

3 hours ago