Mirae Asset Prediksi Total Pembagian Dividen 2025 Bakal Tembus Rp322,4 Triliun

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi besaran dividen yang akan dibagikan emiten pada 2025 akan mencapai senilai Rp322,4 triliun.

Mirae Asset menyebut bakal ada lima saham yang akan menjadi penyumbang terbesar dividen tahun 2025, antara lain PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA).  

Head of Proprietary Investment Mirae Asset, Handiman Soetoyo, mengatakan angka tersebut turun 11,4 persen jika dibandingkan dengan pembagian dividen tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp364,2 triliun.

Baca juga: ADRO Umumkan Kurs Konversi Dividen Interim 2024, Segini per Sahamnya

“Prediksi dividen 2025 tersebut turun dibanding tahun sebelumnya lebih disebabkan oleh adanya kejadian yang di luar kebiasaan pada tahun lalu, terutama dari dividen spesial PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp41,53 triliun,” ucap Handiman dalam paparannya di Jakarta, 14 Januari 2025.

Sehingga, kata Handiman, jika dividen spesial ADRO tidak dimasukkan ke dalam total dividen tahun 2024, maka target pembagian dividen di tahun ini tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Adapun, nilai dividen Rp364,2 triliun yang dibagikan pada 2024 tersebut mencakup dividen tahun buku 2023, termasuk dividen interimnya. Saat musim dividen, puncaknya terjadi setiap tahun jatuh pada Maret-Juni dan di sepanjang kuartal IV.  

Baca juga: Ini Dia 5 Sektor Pembagi Dividen Paling Jumbo  Sepanjang 2024

Sepanjang 2024, sektor keuangan dan energi masih menjadi dua sektor dengan kontribusi dividen terbesar dengan kontributor utama seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).  

“Hal ini mengonfirmasi kedua sektor tersebut masih menjadi sektor yang paling menarik bagi investor yang mengincar dividen,” imbuhnya. 

Sementara itu, jumlah perusahaan tercatat yang membagikan dividen juga semakin meningkat, yaitu 342 perusahaan dari 323 perusahaan pada 2023, seiring dengan bertambahnya emiten baru di pasar saham. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

3 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

3 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

4 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

5 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

5 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

6 hours ago