Market Update

Mirae Asset Buka Suara usai Dilaporkan Nasabah ke Bareskrim Polri

Poin Penting

  • Mirae Asset menanggapi laporan nasabah ke Bareskrim Polri terkait dugaan penipuan dan akses ilegal yang menyebabkan kerugian investasi Rp71 miliar.
  • Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan nasabah membagikan akses akun, yang dinilai melanggar pedoman keamanan dan masih didalami melalui investigasi internal.
  • Mirae Asset berkoordinasi dengan OJK, SRO, dan PPATK serta siap menempuh jalur hukum, sembari memastikan sistem dan operasional perusahaan tetap aman.

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait laporan seorang nasabah ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan dan akses ilegal yang diduga menyebabkan kerugian investasi hingga Rp71 miliar.

Manajemen Mirae Asset menyatakan saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh dan berkoordinasi dengan berbagai otoritas, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses pengungkapan kasus berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan hukum serta regulasi yang berlaku.

Baca juga: BEI Catat 5 Saham Ini Jadi Pendorong Penguatan IHSG Sepekan

Berdasarkan pemeriksaan awal, Mirae Asset menemukan indikasi kuat bahwa nasabah yang melapor diduga membagikan informasi sensitif berupa kata sandi dan akses akun kepada pihak lain

Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan pedoman keamanan perusahaan dan berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap keamanan akun investasi nasabah.

“Temuan ini masih dalam proses pendalaman,” kata Manajemen Mirae Asset dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Siap Tempuh Langkah Hukum

Mirae Asset menegaskan tidak akan segan mengambil langkah hukum apabila hasil investigasi membuktikan adanya penyalahgunaan, laporan palsu, atau tindakan lain yang merugikan reputasi perusahaan.

“Kami memastikan bahwa platform, sistem, dan operasional perusahaan tetap aman dan berjalan normal, sesuai standar industri dan regulasi yang berlaku,” imbuhnya.

Baca juga: Hindari Pinjol Ilegal, Ini Daftar 95 Pindar Resmi OJK per Desember 2025

Selain itu, Mirae Asset juga juga mengimbau seluruh nasabah untuk menjaga kerahasiaan data akun, termasuk kata sandi, PIN, dan kode OTP. Nasabah diminta tidak membagikan informasi tersebut kepada siapa pun, termasuk orang terdekat, guna mencegah akses tidak sah.

Nasabah Laporkan Dugaan Transaksi Ilegal

Diketahui, laporan nasabah atas nama Irman tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B/583/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri.

Kuasa hukum Irman, Krisna Murti, menyebut kliennya tidak pernah melakukan transaksi yang tercatat pada 6 Oktober 2025. Namun, aset saham milik Irman di sejumlah emiten besar seperti BBCA, BBRI, Telkom, BMRI, CDIA, dan BP disebut tiba-tiba hilang dan berganti dengan saham lain yang tidak dikenalnya.

Dalam pertemuan dengan pihak sekuritas, Mirae Asset disebut mengakui bahwa transaksi tersebut bukan dilakukan oleh Irman. Laporan ke Bareskrim Polri berlanjut lantaran pihak sekuritas dinilai belum memberikan tanggapan resmi atas permasalahan tersebut. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

7 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

9 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

11 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

12 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

13 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

13 hours ago