Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 1,85 poin atau 0,03% ke level 5.771,47 pada perdagangan Rabu, 12 Juli 2017. Sedangkan Indeks LQ45 juga turun tipis 0,46 poin atau 0,05% ke level 966,16.
Indeks turun tipis seiring belum maraknya sentimen positif yang muncul di pasar saham.
Hingga pukul 11:00 posisi IHSG sendiri telah berbalik menguat ke level 5.800, terdongkrak oleh aksi beli saham unggulan.
Kendati demikian, IHSG juga masih dihantui penurnan, seiring sentimen negatif dari luar. Dimana mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri semalam ditutup flat merespon dampak email yang dirilis oleh Donald Trump Jr dengan Rusia untuk menekan Hillary Clinton pada pilpres AS yang lalu. Hal ini memicu kekhawatiran para investor.
Saat ini fokus tertuju pada spekulasi Presiden Trump akan mengganti Gubernur the Fed Yellen dengan Gary Cohn, Direktur National Economic Council.
Disisilain bursa Eropa ditutup melemah menyusul pelemahan sektor konsumer dan real estate, yang menekan penguatan sektor otomotif dan tambang. Harga minyak mentah WTI turun ke level 43.92 dolar AS/barrel setelah sejumlah perusahaan perbankan memangkas proyeksi harga minyak akibat berlanjutnya kelebihan suplai global.
Dari domestik Rilis data consumer confidence Indonesia Juni 2017 turun ke 122.4 menambah sentiment negatif di market.
Dengan kondisi itupun IHSG berpeluang melemah merespon sentiment negatif di market. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More