Sentimen The Fed, Buat Nilai Tukar Rupiah Bisa Melemah ke Rp15.300/US$
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (28/12) diperkirakan bergerak terbatas. Masih minimnya sentimen positif baik dari global maupun dalam negeri telah membatasi gerak rupiah.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017 mengatakan, gerak rupiah di akhir tahun ini diperkirakan masih bergerak sideways (mendatar) yang sejalan dengan belum adanya sentimen signifikan di pasar.
“Dari luar negeri program pemotongan pajak Donald Trump juga telah ditandatangani. Oleh karena itu, tak ada lagi sentimen signifikan di pasar,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, pergerakan rupiah pada hari ini antara lain akan dipengaruhi oleh indeks kepercayaan konsumen AS. Di mana pupiah diperkirakan akan bergerak mendatar pada rentang Rp13,540 per dolar AS sampai Rp13,560 per dolar AS.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada pagi ini (28/12) dibuka menguat. Rupiah mengawali perdagangan di posisi Rp13.554 per dolar AS. Pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia rupiah menguat 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp13.554 per dolar AS.
Pada pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak pada kisaran Rp13.547 – Rp13.564 per dolar AS. (*)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More