BEI; Pasar modal Indonesia. (Foto: BUdi Urtadi)
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 5,58 poin atau 0,1% ke 4.524,86 pada perdagangan Jumat, 8 Januari 2016. Sementara Indeks LQ45 juga dibuka turun 1,58 poin atau 0,2% ke level 784,21.
Indeks mulai bergerak naik pada pukul 09:15 sebesar 6,10 poin atau 0,1% ke level 4.536,55 seiring aksi beli selektif diberbagai sektor saham.
Kendati demikian posisi IHSG hari ini masih rawan terkoreksi, mengingat belum maraknya sentimen positif yang dapat mengerakan pasar.
Mengutip Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Indeks AS sendiri semalam ditutup melemah di tengah ragam berita update terkini dari China dan kembali melemahnya harga minyak dunia. Sehingga mendorong naiknya kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini.
Pasar Eropa kemarin juga mengalami penurunan tajam. Kekhawatiran nilai tukar Yuan, suspen perdagangan, pelemagan bursa di APAC, dan penantian dampak kenaikan suku bunga The Fed tahun lalu diperkirakan masih akan mewarnai dan menjadi sentimen penggerak bursa di bulan Januari ini, selain pergerakan harga komoditas dunia yang selalu menjadi fokus investor.
“Hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi merefleksikan pelemahan yang terjadi pada bursa AS, Eropa dan APAC. Anomali yang telah terjadi dua hari lalu dibarengi dengan penguatan selama dua hari berturut turut juga kami lihat akan mengurangi niatan pelaku pasar untuk melakukan aksi selektif beli di penghujung pekan. Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis ke level Rp13.927 dari Rp13.943,” pungkas Tim Riset Samuel Sekuritas. (*) Dwitya Putra
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More