Categories: Market Update

Minggu Lalu, Dana Asing Kabur Rp1,88 triliun

Pada periode tersebut, rata-rata nilai transaksi harian di BEI meningkat sebesar 37,9% dari Rp4,73 triliun menjadi Rp6,52 triliun. Dwitya Putra

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan aktivitas perdagangan saham di periode 24 Agustus 2015 hingga 28 Agustus 2015 mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Pada awal minggu, IHSG sempat mengalami penurunan sebesar 3,97% ke level 4.163,769 yang merupakan titik terendahnya sejak 17 Desember 2013, kemudian rebound hingga ditutup pada level 4.446,201 atau naik 2,54% dibandingkan penutupan pada pekan sebelumnya.

Kondisi tersebut ikut mendorong rata-rata nilai transaksi harian yang meningkat sebesar 37,9% dari Rp4,73 triliun menjadi Rp6,52 triliun.

Sementara itu rata-rata volume dan frekuensi transaksi masing-masing naik sebesar 44,0% dan 58,5%.

“Meski dalam periode 24 Agustus 2015 hingga 28 Agustus 2015 investor asing mencatatkan net sell senilai Rp1,88 triliun, pada penutupan Bursa 26 Agustus, transaksi investor asing sempat tercatat net buy sebesar Rp218,6 miliar,” kata Sekertaris Perusahaan BEI, Irmawati Amran dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan kemarin.

BEI sendiri menerapkan penyesuaian terhadap batas bawah auto-rejection yaitu sebesar 10% untuk semua harga saham. Dengan demikian, order beli atau pun order jual akan ditolak jika harganya melebihi 10% di bawah harga acuan.

Harga acuan adalah Harga Penutupan pada hari bursa sebelumnya (previous price) atau harga pembukaan (open price) jika terjadi transaksi pada sesi pre-opening.

Ketentuan baru ini dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-00096/BEI/08-2015 yang diterbitkan pada tanggal 24 Agustus 2015. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

1 min ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

55 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

2 hours ago