Ilustrasi - Proyek PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE). (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang 2025. Perusahaan jasa penunjang pertambangan tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,36 triliun, meningkat 11,8 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp2,11 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan ekspansi kegiatan operasional perseroan pada sejumlah proyek pertambangan nikel. Seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis, perseroan juga mencatat penguatan pada struktur aset.
Adapun total aset PT Sinar Terang Mandiri Tbk tercatat sebesar Rp2,07 triliun pada 2025, naik 28,6 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,61 triliun.
Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry mengatakan, kinerja perseroan sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.
Baca juga: MINE Cetak Laba Bersih Rp144 Miliar di Kuartal III 2025
“Kami bersyukur perseroan dapat terus menjaga pertumbuhan pendapatan sekaligus memperkuat struktur aset di tengah berbagai tantangan operasional. Hal ini menunjukkan strategi ekspansi operasional dan penguatan kapasitas produksi yang kami jalankan mulai memberikan hasil positif,” ujar Ivo dalam keterangan resmi, (11/3).
Ivo menjelaskan, peningkatan total aset terutama ditopang oleh kenaikan aset tidak lancar yang tumbuh 48,5 persen menjadi Rp988,77 miliar.
Kenaikan tersebut mencerminkan investasi perseroan untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk penguatan armada alat berat dan pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan penambangan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas layanan kepada para mitra kerja.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp200,83 miliar pada 2025, mencerminkan kinerja operasional yang tetap solid seiring meningkatnya aktivitas proyek.
Baca juga: Satgas PKH Segel Tambang Nikel Ilegal PT Mineral Trobos
Secara segmen, kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari jasa penambangan yang mencapai Rp2,18 triliun. Sementara itu, segmen jasa konstruksi menyumbang Rp180,10 miliar, meningkat signifikan lebih dari 12 kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Kinerja perseroan juga ditopang oleh kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di industri pertambangan. Sepanjang 2025, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari PT Weda Bay Nickel, diikuti oleh PT Hengjaya Mineralindo serta PT Sulawesi Cahaya Mineral.
Menurut Ivo, diversifikasi proyek dan penguatan kemitraan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan. Ke depan, perusahaan juga akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis lainnya.
“Kami optimistis prospek industri nikel nasional masih sangat menjanjikan seiring meningkatnya permintaan global,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BNI Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia hanya akan memangkas BI Rate sebesar 25 bps… Read More
Poin Penting Kemenkeu telah menyalurkan Rp44 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Maret… Read More
Poin Penting Pimpinan baru OJK dinilai membawa sentimen positif bagi pasar modal di tengah dinamika… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup 7.428,77, naik 0,53 persen dari… Read More
Poin Penting PNM menjangkau 16,1 juta nasabah aktif melalui program PNM Mekaar sejak 2016, dengan… Read More
Poin Penting PT BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 7.200-10.800 sepanjang 2026 berdasarkan pendekatan… Read More