News Update

Minat Investor Tinggi, KEK Industropolis Batang Siapkan Pengembangan Lanjutan

Poin Penting

  • Serapan lahan KEK Industropolis Batang sangat tinggi: Fase 1 terserap 100 persen, Fase 2 mencapai 95 persen, dan sekitar 1.950 hektare siap dikembangkan lanjut.
  • Ekosistem industri terus berkembang, dengan 9 tenant beroperasi, 9 tenant BPSP, dan 14 tenant dalam tahap konstruksi dari berbagai sektor strategis.
  • Pengembangan kawasan terpadu berlanjut, mencakup hunian, fasilitas komersial, hingga rencana sektor pariwisata untuk memperkuat daya tarik investasi berkelanjutan.

Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan daya tarik kuat bagi investor. Kepercayaan tersebut tecermin dari pesatnya pengembangan kawasan serta tingginya serapan lahan industri.

Hingga awal 2026, fase 1 KEK Industropolis Batang seluas 450 hektare telah terserap 100 persen. Sementara itu, fase 2 seluas 400 hektare telah terserap sekitar 95 persen.

Adapun sisa lahan sekitar 1.950 hektare kini memasuki tahap pengembangan lanjutan, membuka peluang baru bagi investasi berkualitas ke depan.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menyebut capaian tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap iklim investasi dan prospek industri nasional.

“Capaian penyerapan lahan ini merupakan refleksi kepercayaan investor terhadap KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri masa depan. Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga ekosistem industri yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berdaya saing global,” papar Burhan, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Belasan Investor Bergabung, KEK Industropolis Batang Serap Investasi Rp4,87 T pada 2025

Menurut Burhan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan menandakan kawasan yang tumbuh dan berkembang bersama industri, tenaga kerja, serta masyarakat sekitar.

Saat ini, KEK Industropolis Batang menaungi sembilan tenant industri yang telah beroperasi, antara lain PT KCC Glass Indonesia, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Samator Indogass, PT Sumber Graha Sejahtera, PT SEG Solar, PT Window Shutter Indonesia, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Unipack Plasindo, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia. Selain itu, satu tenant lainnya tengah memasuki tahap operasional penuh.

Sementara, pada skema Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP), terdapat sembilan tenant, yakni Bromindo Mekar Mitra, Sinar Trans Global, Anggrek Jingga, GPI Logistic, Daho PNC Indonesia, XRL Travel Indonesia, Nesinak Manufacturing Indonesia, Ace Medical Products Indonesia, serta Crescere Trading Indonesia

Multisektor dan Kawasan Terpadu

Selanjutnya, sebanyak 14 tenant masih berada dalam tahap konstruksi, mencakup sektor strategis seperti industri grinding ball, makanan dan pengolahan makanan, garmen, alat kesehatan, peralatan dokter gigi, laboratorium, hingga farmasi.

“Keberagaman sektor ini mencerminkan kekuatan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri multiguna yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global,” kata Burhan.

Di luar itu, KEK Industropolis Batang juga telah berkembang sebagai kawasan terpadu yang ramah bagi pekerja dan pengunjung.

Baca juga: KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Baru Investasi Global

Di kawasan hunian dan rusun, sudah beroperasi bermacam tenant komersial khususnya di sektor kuliner dan layanan, seperti Locarasa, San Bao, dan 25/7, serta sejumlah kafe dan fasilitas penunjang lainnya.

Sejalan dengan penetapan KEK Industropolis Batang yang mencakup sektor pariwisata, kawasan ini juga mulai mengembangkan potensi wisata sebagai bagian dari konsep kawasan terintegrasi.

Dalam audiensi dengan Menteri Pariwisata pada 22 Januari lalu, dibahas arah pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai destinasi pariwisata baru berkelas dunia, yang terintegrasi dengan kawasan industri, berwawasan hijau, dan berkelanjutan.

Pengembangan sektor pariwisata ini diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kawasan industri, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi baru yang memperkuat daya tarik investasi serta memperluas manfaat kawasan bagi masyarakat.

“Pertumbuhan KEK Industropolis Batang tidak lepas dari sinergi pemerintah, investor, dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara inklusif serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,”pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Tak Ada WFH, Pemerintah Tegaskan Kegiatan Pendidikan Berlaku Normal dan Tatap Muka

Poin Peting Seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka lima hari… Read More

1 hour ago

IHSG Ngegas, Dibuka Naik 1,43 Persen ke Posisi 7.149

Poin Penting IHSG dibuka naik 1,43 persen ke 7.149,27 dari 7.048,22 pada awal perdagangan (1/4).… Read More

1 hour ago

Purbaya Pastikan APBN Tetap Terkendali, Tak Ada Anggaran Morat-marit

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN tetap berkesinambungan dan defisit terkendali meski… Read More

1 hour ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Awal April 2026 Kompak Naik, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 1 April 2026, mencakup Antam, Galeri24,… Read More

1 hour ago

Cash is Still The King

Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group SAAT ini keuangan negara berada dalam situasi… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp16.977 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah menguat 0,38 persen ke Rp16.977/USD pada pembukaan, dari sebelumnya Rp17.041/USD, didorong sentimen… Read More

2 hours ago