Ilustrasi; Rumah tumbuh. Foto: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah telah menyediakan berbagai program untuk mendorong industri perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti penyediaan rumah subsidi, FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), dan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).
Namun, bagaimana dengan rumah komersial, yang mungkin lebih diminati oleh kalangan milenial di perkotaan?
Head of Marketing Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk), Nyiayu Chairunnikma mengatakan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada industri properti di Indonesia.
“Salah satunya, adalah insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DPT), yang seharusnya bisa mendorong generasi muda dapat membeli rumah hunian,” katanya, dikutip pada Kamis, 21 November 2024.
Baca juga : Bank Danamon Dukung Program 3 Juta Rumah, Begini Perannya
Berdasarkan PMK 61/2024, fasilitas PPN DPT untuk pembelian rumah sebesar 100 persen diperpanjang hingga Desember 2024.
Menurut Nyiayu, pemanfaatan insentif pajak ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga memberikan peluang bagi generasi muda untuk lebih mudah mewujudkan impian memiliki hunian sendiri.
Hal ini, kata dia, didukung oleh dua faktor utama. Pertama, insentif pajak berlaku untuk properti dengan harga jual maksimal Rp5 miliar.
Kedua, insentif ini berlaku untuk rumah tapak atau satuan rumah susun baru. Kebijakan ini menjadi dorongan nyata untuk meningkatkan aksesibilitas hunian bagi masyarakat, terutama kaum muda.
Baca juga : Agar Gen Z dan Milenial Tak Ragu Lagi Beli Rumah, Ini Tipsnya
Meski begitu, dirinya mengingatkan bagi generasi muda yang ingin membeli rumah hunian, agar memiliki strategi dalam membeli hunian yang tepat.
Misalnya, memilih pengembang yang tepercaya, memastikan kualitas bangunan dan kondisi lingkungan yang bebas banjir dan aman, melakukan simulasi KPR dan terus memantau berbagai program perumahan dari pemerintah, seperti insentif PPN DTP ini. Dengan demikian, impian memiliki rumah dapat lebih mudah diwujudkan dengan aman.
“Memang generasi muda bagaimanapun harus kreatif dan berani memaksimalkan peluang yang ada untuk mendapatkan yang diinginkan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More