Perbankan

Milenial Jadi Pasar Menjanjikan Bagi Perbankan Syariah, Ini Buktinya!

Jakarta – Pengetahuan kaum milenial terhadap produk perbankan syariah terbilang masih minim. Padahal, generasi ini dinilai menjadi pasar menjanjikan di Tanah Air. 

Berdasarkan data, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), ada sekitar 46% atau 66.38 juta kaum milenial memiliki preferensi syariah. Potensi ini yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan literasi keuangan syariah.

Baca juga: Digitalisasi dan Bisnis Model Teruji, Kunci Majukan Perbankan Syariah

Business Development Head PT Bank Panin Dubai Syariah Edy Tri Sujatwadi mengakui banyak masyarakat, termasuk generasi milenial belum melek produk perbankan syariah. 

Semisal, berbagai istilah asing yang ada pada akad transaksi syariah seperti Wadiah, Murabahah, Musyarakah, Mudharabah, Ijarah dan sebagainya. 

“Padahal sebetulnya istilah asing tersebut adalah hal umum yang sudah kita lakukan hanya saja kita tidak memahami terminologi syariahnya,” katanya, dalam Infobank TV Literacy Series dengan tema ‘Tenang dan Nyaman Dengan Produk Keuangan Syariah’ Rabu, 16 Agustus 2023.

Menurutnya, berbagai istilah dengan segala macam ketentuan yang berlaku sudah menjadi ketentuan dalam sistem syariah. Namun, dalam praktik di lapangan bahwa terminologi tersebut bisa disederhanakan agar mudah dipahami masyarakat. 

“Misalnya, ketika menjual produk KPR, kita bisa bilang KPR Platinum. Jadi, tidak perlu KPR Murabahah walau dalam perjanjiannya nanti akan kita jelaskan,” jelasnya.

Baca juga: Selain Digitalisasi, Ini Tantangan Pengembangan Perbankan Syariah

Oleh karena itu, literasi keuangan syariah berperan penting dalam meningkatkan penetrasi dan pertumbuhan sektor perbankan syariah. Dengan adanya teknologi digital, nasabah bisa dengan mudah mengakses layanan perbankan syariah kapan saja dan di mana saja. 

“Tentu saja, kita memiliki media sosial yang memberikan literasi terhadap perbankan syariah dan promosi mengingat potensi pasar syariah sangat besar,” ungkapnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

6 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

9 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

12 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

17 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

18 hours ago