Market Update

Metrodata Electronics (MTDL) Catat Laba Bersih Tumbuh 3,1 Persen Jadi Rp469,6 Miliar

Poin Penting

  • PT Metrodata Electronics (MTDL) mencatat laba bersih Rp469,6 miliar pada kuartal III-2025, tumbuh 3,1% yoy didorong kinerja solid unit Solusi & Konsultasi (S&C).
  • Penjualan S&C naik 20,5% yoy dengan kontribusi utama dari sektor jasa keuangan, migas, dan solusi cloud.
  • Meski pasar lemah, lini distribusi tumbuh 5% yoy dan naik 25% secara kuartalan, didukung lonjakan penjualan smartphone hingga 27% yoy.

Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan penerapan use case artificial intelligence (AI), mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp469,6 miliar atau tumbuh 3,1 persen secara year on year (yoy).

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengatakan pencapaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan kuat dari unit bisnis Solusi dan Konsultasi (S&C). Pada kuartal III 2025, MTDL berhasil membukukan penjualan sebesar Rp18,8 triliun, tumbuh 9,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pencapaian kinerja keuangan ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan ketahanan operasional dari Perusahaan,” kata Susanto dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 30 Oktober 2025.

Baca juga: MTDL Bidik Pendapatan dan Laba Tumbuh 10 Persen di 2025, Begini Strateginya

Susanto menjelaskan, mulai membaiknya pesanan di segmen S&C mendorong penjualan lini bisnis tersebut tumbuh hingga 20,5 persen yoy. Sektor jasa keuangan, minyak dan gas, serta solusi cloud menjadi kontributor utama terhadap penjualan.

“Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih dari lini bisnis Solusi dan Konsultasi juga tumbuh positif, meningkat 8,1 persen yoy. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam memperkuat portofolio solusi digital serta menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar yang dinamis,” imbuhnya.

Sementara itu, sekalipun pelemahan daya beli masyarakat dan korporasi serta kebijakan pengetatan belanja pemerintah menyebabkan penurunan penjualan notebook dan PC, lini Distribusi Perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5 persen yoy.

Secara kuartalan, lini distribusi bahkan mencatat lonjakan pendapatan hingga 25 persen dibanding kuartal sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya rebound penjualan pada kuartal III 2025 dan memberi sinyal bahwa pemulihan pasar sedang berlangsung.

Baca juga: Metrodata Electronics (MTDL) Optimistis Tutup Tahun dengan Kinerja Moncer, Ini Alasannya

Adapun, keberhasilan lini Distribusi dalam menjaga kinerja keuangan ini merupakan buah dari strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis, terutama ditopang oleh peningkatan penjualan smartphone yang mencapai 27 persen yoy.

Di sisi lain, penjualan di segmen komersial juga meningkat 2 persen yoy, yang mencerminkan masih stabilnya permintaan dari sektor korporasi. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

PINTAR BI Buka Penukaran Uang Baru Periode 2 Hari Ini, Cek Batas Maksimal

Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More

18 mins ago

Lagi, BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Tanggapan BCA

Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More

22 mins ago

Impor 105 Ribu Mobil Ditunda, Kadin: Langkah Tepat Lindungi Industri Dalam Negeri

Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More

29 mins ago

Pengamat: Dugaan Serangan Siber Bank jadi Ancaman Serius bagi Kepercayaan Publik

Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More

43 mins ago

Agrinas Ikuti Saran Tunda Impor Mobil dari India

Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More

57 mins ago

Saksi Tegaskan Tak Ada Aliran Dana Rp809,59 Miliar ke Nadiem Makarim

Poin Penting Saksi menyatakan tidak ada pembayaran Rp809,59 miliar kepada Nadiem Makarim dalam catatan transaksi… Read More

1 hour ago