Perbankan

Meski BI Rate Naik, Bank Mega Syariah Optimistis KPR Tumbuh 50 Persen

Jakarta – PT Bank Mega Syariah optimistis permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) akan tetap positif selama 2024 di tengah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate yang berada di level 6,25 persen.

Suku bunga yang tinggi memang berpotensi mengerek tingkat suku bunga pinjaman, termasuk kredit yang menerapkan suku bunga floating seperti KPR. Naiknya suku bunga ini diperkirakan akan berdampak pada permintaan KPR.

Meski demikian, Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, Raksa Jatnika Budi menilai bahwa pertumbuhan permintaan pembiaayaan akan tetap tumbuh. Bahkan, pihaknya menargetkan pertumbuhannya selama 2024 bisa mencapai 50 persen.

“Hal ini lantaran produk pembiayaan rumah dari Bank Mega Syariah menawarkan angsuran tetap yang tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga BI,” kata Raksa dalam keterangan resminya dikutip 8 Mei 2024.

Baca juga: Dorong KPR FLPP, Bank Mandiri Teken Kerjasama dengan DPP APERSI

Lebih jauh dia menjelaskan, produk PPR dari Bank Mega Syariah yang bernama Flexi Home memiliki akad sesuai prinsip syariah dengan angsuran tetap dari awal pembiayaan hingga lunas.

“Ini memberikan kepastian kepada nasabah mengenai besaran angsuran yang harus dibayarkan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Raksa, KPR/PPR juga masih diminati seiring dengan tingginya tingkat kesenjangan antara kebutuhan rumah dengan ketersediaan rumah yang telah dibangun (backlog)atas kepemilikan rumah di Indonesia.

“Tren kenaikan suku bunga memang dirasakan cukup berdampak kepada minat masyarakat dalam pembiayaan properti, namun potensi PPR masih sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan data backlog perumahan dan peta makro ekonomi untuk industri properti,” ungkap Raksa.

Di tengah suku bunga yang sedang tinggi, Raksa mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih produk pembiayaan rumah. Salah satu yang harus diperhatikan adalah bunga angsuran atau margin yang ditawarkan.

“Masyarakat bisa memilih produk pembiayaan rumah dari bank syariah yang mempunyai angsuran tetap dan margin yang bersaing,” jelasnya.

Baca juga: Genjot DPK, Bank Mega Syariah Gelar Program Tabungan Berhadiah  

Sementara, bagi masyarakat yang sudah terlanjur punya cicilan KPR, hal yang bisa dilakukan agar tidak terjerat bunga tinggi adalah dengan melakukan take over (pengambilalihan) KPR ke bank lain dengan margin yang lebih rendah.

“Meski demikian nasabah tidak boleh sembarangan dalam melakukan take over KPR, perlu diperhatikan juga biaya-biaya yang muncul saat proses take over,” tegasnya.

Selama 2024, Bank Mega Syariah memberikan Special Price yang cukup kompetitif untuk kebutuhan nasabah. Kami juga telah bekerja sama dengan lebih dari 100 developer di seluruh Indonesia. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

35 mins ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

1 hour ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

2 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

3 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

3 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

4 hours ago