Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Kamis, 24 April 2025 berbalik ditutup di zona merah ke posisi 6.613,47 atau melemah sebesar 0,32 persen dari posisi pembukaan di level 6.634,37.
Berdasarkan pelemahan itu, Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyoroti Bursa Asia yang bergerak mixed karena para investor mencoba mencermati kebisingan dari pemerintahan Trump dan sikapnya yang berubah-ubah mengenai tarif serta kepemimpinan Federal Reserve.
“Minggu ini saja, Presiden AS Donald Trump telah menghujani serangan terhadap Kepala Fed, Jerome Powell, lalu menarik kembali seruan agar ketua tersebut mengundurkan diri,” ucap Manajemen Pilarmas dalam Closing Review di Jakarta, Kamis, 24 April 2025.
Baca juga: Kritik Trump ke Powell Meningkat, The Fed Diingatkan Tetap Netral
Tidak hanya itu, pemerintahan Trump masih akan mempertimbangkan penurunan tarif atas barang-barang impor China sembari menunggu pembicaraan dengan Beijing.
Statistik RTI Business mencatat sebanyak 274 saham terkoreksi, 327 saham menguat, dan 203 tetap tidak berubah. Sebanyak 20,39 miliar saham diperdagangkan dengan 1,15 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi tembus Rp13,26 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak turun, dengan IDX30 melemah 0,36 persen menjadi 385,72, Sri-Kehati merosot 0,37 persen menjadi 344,23, LQ45 turun 0,39 persen menjadi 741,87, dan JII melemah 0,18 persen menjadi 445,02.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.659
Lalu mayoritas sektor juga mengalami penguatan tecermin dari sektor non-siklikal naik 1,22 persen, sektor kesehatan meningkat 0,71 persen, sektor industrial menguat 0,65 persen, dan sektor infrastruktur naik 0,63 persen.
Selain itu, sektor transportasi menguat 0,27 persen, sektor teknologi meningkat 0,21 persen, sektor bahan baku naik 0,14 persen, dan sektor energi meningkat 0,04 persen.
Sedangkan sektor sisanya melemah, dengan sektor properti merosot 0,36 persen, sektor siklikal turun 0,21 persen, dan sektor keuangan melemah 0,16 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More