Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED)
SEBUAH analisis tentang prospek ekonomi global untuk 2023 dibubuhi dengan narasi pesimistis, yaitu malapetaka dan kesuraman. Tekanannya pada beragam kebijakan yang diramu sedemikian rupa untuk mengatasi krisis biaya hidup di berbagai negara, utamanya negara berpenghasilan rendah (low income countries).
Setelah rebound yang kuat dari pandemi pada 2021, kini semuanya berubah menjadi kian mencekam akibat perang Rusia vs Ukraina dan kebijakan penguncian (lockdown) di Tiongkok yang berkepanjangan untuk menekan kasus positif COVID-19 menjadi nol (zero COVID-19 policy).
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More