Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED)
SEBUAH analisis tentang prospek ekonomi global untuk 2023 dibubuhi dengan narasi pesimistis, yaitu malapetaka dan kesuraman. Tekanannya pada beragam kebijakan yang diramu sedemikian rupa untuk mengatasi krisis biaya hidup di berbagai negara, utamanya negara berpenghasilan rendah (low income countries).
Setelah rebound yang kuat dari pandemi pada 2021, kini semuanya berubah menjadi kian mencekam akibat perang Rusia vs Ukraina dan kebijakan penguncian (lockdown) di Tiongkok yang berkepanjangan untuk menekan kasus positif COVID-19 menjadi nol (zero COVID-19 policy).
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More