Market Update

Merah Lagi, IHSG Ditutup Terkoreksi 0,67%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup ke zona merah sebesar 44,67 poin atau melemah 0,67% ke level 6.636 dari dibuka di level 6.681 pada pembukaan perdagangan hari ini (30/5).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 294 saham terkoreksi, 234 saham menguat, dan 213 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 20,87 miliar saham diperdagangkan dengan 1,28 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,23 triliun.

Pelemahan tersebut juga dialami oleh seluruh indeks, dengan IDX30 melemah 0,40% menjadi 490,54, JII melemah 0,71% menjadi 537,62, LQ45 melemah 0,37% menjadi 943,10 dan SRI-KEHATI melemah 0,58% menjadi 438,41.

Meski begitu, sebagian besar sektor mengalami penguatan, sektor tersebut adalah sektor transportasi menguat 1,30%, sektor siklikal menguat 0,45%, sektor energi menguat 0,43%, sektor teknologi menguat 0,36%, sektor keuangan menguat 0,29%, sektor infrastruktur menguat 0,25%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan pelemahan, sektor tersebut diantaranya, sektor industrial melemah 1,42%, sektor non-siklikal melemah 0,99%, sektor kesehatan melemah 0,84%, sektor properti melemah 0,70%, dan sektor bahan baku melemah 0,68%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL), PT Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk (AMIN), dan PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI). Sedangkan saham top losers adalah PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE), dan PT Tanah Laut Tbk (INDX). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

6 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

7 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

7 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

8 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

8 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

8 hours ago