Ilustrasi: Penyaluran kredit perbankan/istimewa
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi
MEMASUKI 2026, kinerja perbankan nasional tampak solid. Siaran pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025 (data posisi November 2025) mencatat kredit tumbuh 7,74 persen (yoy) menjadi Rp8.314,48 triliun, dengan NPL gross pada kisaran angka 2,21 persen dan NPL net sebesar 0,86 persen.
Namun, kinerja yang solid itu bisa menjadi semu jika hanya mencermati NPL semata, karena itu OJK juga membeberkan angka loan at risk (LAR) – indikator risiko kredit yang lebih luas yang terdiri atas kredit restrukturisasi berstatus kolektibilitas 1, kredit kolektibilitas 2 (dalam perhatian khusus), dan kredit bermasalah (NPL) – yang masih berada pada kisaran angka 9,22 persen.
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More
Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More
Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More