Menyelesaikan Kemelut AJB Bumiputera 1912 Seyogyanya Tidak Sulit dan Ruwet

Menyelesaikan Kemelut AJB Bumiputera 1912 Seyogyanya Tidak Sulit dan Ruwet

Tantangan Urbanisasi dan Sektor Pertanian
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Oleh Diding S Anwar, Alumni Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ.

Jadi ingat kata orang yang mengatakan “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah”.
Semoga dalam penyelesaian AJBB 1912 tidak seperti kata sindiran orang itu, jika dibanding kesulitan yang dialami para tokoh Guru pejuang di zaman Penjajahan dalam suasana keprihatinan, serba kekurangan, menang dan mampu mendirikan AJBB 1912.

Sekarang, apa yang kurang ?

Meneruskan dan merawat AJBB 1912 seharusnya tidak lebih sulit dan tidak lebih ruwet, rakyat Bumiputera Indonesia harusnya meraih kemenangan mudah. Bandingkan kemenangan Bumiputera Indonesia dalam suasana keprihatinan & perjuangan kemerdekaan mampu melahirkan/mendirikan AJBB 1912 bahkan penjajah membantu.

Saat awal dan pertengahan kemerdekaan Indonesia pun para pendahulu juga mampu memperoleh  kemenangan dalam membesarkan AJBB 1912 demi kesejahteraan rakyat. Namun kenapa kini kesulitan menjadi-jadi bahkan semakin ruwet.

Tidaklah ada yang sulit jika semua dilakukan dengan niat tulus ikhlas yang baik dan benar, semangat gotong royong dan kekeluargaan yang sudah diwariskan  sebagai falsafah luhur nenek moyang bangsa Indonesia.

Presiden Barack Obama yg masa kecilnya pernah hidup di Indonesia, pernah saya nonton videonya, entah dalam acara apa beliau menyampaikan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia yang punya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai fundamen dan pilar Negara Indonesia maju, yang tidak dimiliki bangsa lain.

AJBB 1912 sekarang disibukan dengan mencari kemenangan di berbagai sidang peradilan. Padahal tujuan dilahirkannya AJBB 1912 itu untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat sesuai pasal 33 UUD 1945.

Tidak bisa dipungkiri dan jangan dilupakan bahwa AJBB 1912 yang didirikan para tokoh guru adalah Guru/Orang Tua Pemimpinnya Asuransi Indonesia, itu dulu tapi sekarang sulit menggambarkan dengan kata-kata betapa kelamnya. Tinggal meneruskan dan merawat serta melaksanakannya saja koq repot.

Kemenangan yang sesungguhnya yang harus diperjuangkan seluruh Insan Bumiputera Indonesia adalah menjalankan amanah leluhur pendiri, pejuang serta  pendahulu AJBB 1912 yaitu menyelenggarakan UBER (Usaha Bersama/Onderlinge/Mutual) demi kesejahteraan rakyat banyak sesuai pasal 33 UUD 1945 ayat 1, dimana perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ayat 2, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ayat 3, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Oleh sebab itu, jangan tega biarkan AJBB 1912 jalan sendiri di lubang kegelapan & terjebak ranjau.

Tanpa alat navigasi penunjuk arah tujuan,
hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jutaan penghuni Bumi. Pegangan jalan konstitusional & rasional adalah keniscayaan yang terbaik dan benar untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Pertimbangkan Restorasi Mutual (Onderlinge/UBER/Usaha Bersama).
Bangun segera Kolaborasi Pentahelix Lintas Generasi (sinergi ABGC/ Academy, Business, Government, Community). Insha Allah, Fastabiqul Khairat Berlomba lomba dalam kebaikan. Aamiin.

Related Posts

One Comment

  1. Reza Jumantara

    Assalamualaikum Wr Wb.
    Terkait ulasan penyelesaian kemelut Asuransi Bumi Putera, saya tidak melihat solusi konkrit penyelesaian permasalahan yg saat ini terjadi. Pemaparan hanya berdasarkan fundamental filosofis historical. Saat ini yang dibutuhkan nasabah adalah penyelesaian atas asr premi yg telah dibayarkan baik yg sudah jatuh tempo dan atau yang akan jatuh tempo. Jujur saya melihat dan mendengar langsung dari pihak yg menjadi pemegang polisz salah satunya para petani sawi di Blok D Tungkal Jaya kecamatan sungai lilin kab. Musi Banyuasin. Saat ini mereka dalam keadaan sulit perkebunan sawit akan replanting (peremajaan), sehingga membutuhkan biaya yg cukup besar. Berdasarkan pembicaraan dengan para petani dan KUD mereka ikut serta karena adanya harapan dan janji ketika kelak masa replanting tiba dapat mengandalkan dari asuransi ini. Saat ini beberapa polis sudah jatuh tempo namun hanya janji yg diutarakan untuk pembayaran dan untuk polis yg belum jatuh tempo masih harus dibayarkan jika tidak dibayar polis hangus, ini menjadi simalakama bagi para petani dan KUD. Perkebunan sawit di daerah Musi Banyu Asin khususnya Tungkal Jaya adalah pembangkit roda ekonomi masyarakat dan berdampak faktor sosial ekonomi masyarakat. Hajat hidup masyarakat sangat bergantung diatas nya. Seharusnya penyelesaian harus disegerakan, dengan solutif dan efektif apalagi terkait hajat hidup orang banyak. Keberpihakan terhadap masyarakat, hajat hidup orang banyak untuk kemaslahatan. Saya berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan sehingga para petani sawit yg dana asr untuk peremajaan dapat dibayar kan sehingga dapat memberikan harapan baru nanti saat peremajaan sawit tersebut dilaksanakan. Besar harapan kepada redaksi untuk membantu para petani sawit dan pengurus KUD khususnya di Desa Tungkal Jaya kab. Musi Banyu Asin Prov. Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]