Keuangan

Menyambut Libur Natal dan Tahun Baru, OJK Imbau Hindari Pinjaman Berlebihan

Jakarta – Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengajukan pinjaman melalui platform fintech peer to peer (P2P) lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuanga Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menekankan, pentingnya kesesuaian antara pengajuan pinjaman dengan kemampuan membayar kembali.

“OJK selalu mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menggunakan P2P Lending dengan bijak dan pertimbangkan dengan kemampuan membayar kembali sehingga masyarakat memiliki kondisi finansial yang baik,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa, 17 Desember 2024.

Meski demikian, Agusman menyapaikan, hingga saat ini, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), belum terlihat adanya lonjakan pendanaan di industri P2P Lending.

Baca juga: Libur Nataru, Bank Mandiri Siapkan Layanan Digital dan Uang Tunai Rp26 Triliun
Baca juga: OJK Catat Laba Fintech Lending Tembus Rp1,9 Triliun per Oktober 2024
Baca juga: KCIC Hadirkan Promo Tiket Kereta Cepat Whoosh Jadi Rp50.000, Cek Jadwal dan Cara Belinya

Imbauan untuk bijak menggunakan pinjaman fintech lending bertujuan mencegah peningkatan kredit macet atau tingkat wanprestasi (TWP90).

Pasalnya, pada awal tahun, tepatnya Januari 2024, TWP90 sempat mengalami sedikit kenaikan menjadi 2,95 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,93 persen.

Salah satu penyebab kenaikan tersebut adalah lonjakan pinjaman yang terjadai pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2024. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

7 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago