Oleh Babay Parid Wazdi
ANCAMAN perlambatan pertumbuhan ekonomi mencuat belakangan ini. Setelah ekonomi Jepang, Jerman dan Inggris juga masuk ke dalam jurang resesi. Sementara Indonesia, masih mampu tumbuh 5,05% di 2023 sekaligus memosisikan diri sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.
Kokohnya pertumbuhan ekonomi domestik dibandingkan dengan negara-negara lainnya tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih domestic oriented. Kebijakan pertumbuhan yang berorientasi pada konsumsi domestik, dan tidak begitu mengandalkan perdagangan dengan negara lain. Walaupun dinilai sebagai strategi pertumbuhan ekonomi yang defensif, nyatanya ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di tengah tekanan ekonomi yang terjadi di negara lain yang berujung pada resesi.
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More