Perbankan

Menuju Transformasi 5.0, Bank DKI Tingkatkan Kapabilitas SDM

Jakarta – Sebagai bagian dalam rangkaian program Transformasi 5.0, Bank DKI terus meningkatkan kapabilitas SDM seperti tenaga pemasar melalui Business Coaching Clinic. Para tenaga pemasar dibekali dengan strategi dan cara-cara menggaet nasabah dan debitur baru, sehingga diharapkan ilmu tersebut dapat membantu para tenaga pemasar dalam memasarkan produk dan layanan Bank DKI.

“Coaching Clinic ini intinya adalah menjalankan strategi dan langkah yang paling tepat sehingga para pemasar dapat achieve target setiap bulannya. Tentunya di setiap akhir periode, para tenaga pemasar akan diberikan insentif yang sesuai dengan kinerja mereka selama periode tersebut,” ujar Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi dalam keterangannya, 3 April 2022.

Dalam rangka transformasi SDM, Bank DKI telah menetapkan mekanisme coaching clinic ini secara tegas dan disiplin, sehingga kinerja bisnis dan keuangan Bank DKI dapat bertumbuh sesuai dengan target yang sudah dicanangkan di tahun 2022 ini. Mekanisme coaching clinic ini dilakukan setiap hari, setiap minggu, setiap dua minggu, dan setiap bulan, serta melibatkan berbagai elemen Bank DKI baik dari kantor cabang maupun kantor pusat.

“Mekanisme ini turut menjadi bukti nyata adanya peningkatan kolaborasi antarelemen Bank DKI,” lanjut Babay Parid.

Selain melakukan business coaching clinic, Bank DKI juga terus melakukan upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan penilaian kinerja dengan menggunakan performance management system dan digitalisasi pengelolaan sumber daya manusia bernama Human Capital Information System (HCIS).

HCIS sendiri merupakan sistem informasi sumber daya manusia berbasis web yang digunakan untuk memenuhi, menyimpan, mengubah, menganalisis, mengirim, serta mendistribusi data dan informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan ketenagakerjaan. Berbagai langkah telah dilakukan oleh Bank DKI dalam meningkatkan digitalisasi pengelolaan SDM melalui HCIS.

Bank DKI juga mengembangkan JakTeam, aplikasi digital internal yang memberikan kemudahan untuk seluruh karyawan Bank DKI mendapatkan informasi dan kegiatan terbaru mengenai perusahaan dari genggaman tangan. Aplikasi tersebut juga memiiki fitur presensi online yang memberikan kemudahan kepada seluruh karyawan.

Berbagai upaya peningkatan kualitas SDM yang telah dilakukan Bank DKI juga telah mendapatkan apresiasi berupa penghargaan The Best HR Management for the Outstanding Excellent Strategic Values, and Program to Develop Competent HR pada kategori Regional Bank dari Indonesia Human Resources Awards 2022 yang digelar oleh Warta Ekonomi.

“Pendidikan, pengembangan, dan digitalisasi pengelolaan SDM yang kami lakukan dilandaskan pada upaya Bank DKI untuk terus mengembangkan SDM secara optimal, sehingga dapat terus menghadirkan produk dan layanan terbaik untuk nasabah dan seluruh masyarakat DKI Jakarta,” tutup Babay Parid. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

2 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

3 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

3 hours ago

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More

3 hours ago