News Update

Menteri Seni Australia Apresiasi Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Indonesia

Poin Penting

  • Indonesia dan Australia memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif sebagai upaya menjadikan sektor ini mesin pertumbuhan baru yang berdaya saing global.
  • Sepanjang 2025, kerja sama mencakup FSAI, business matching S’RASA, serta kemitraan dengan Canva untuk pemberdayaan pelaku kreatif Indonesia.
  • Kedua negara menyiapkan agenda strategis 2026, termasuk short course animasi, FSAI ke-11, dan partisipasi Australia di WCCE 2026.

Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Seni Australia, Anthony Stephen Burke, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (28/1). Pertemuan ini menjadi lanjutan upaya memperkuat sinergi industri kreatif Indonesia dan Australia.

Anthony Burke saat ini juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Keamanan Siber, serta Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia.

Baca juga: Para Pengusaha China Sowan ke Indonesia, Ada Apa?

Dalam pertemuan tersebut, Teuku Riefky mengapresiasi berbagai kolaborasi ekonomi kreatif sepanjang 2025, antara lain peringatan satu dekade Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI), business matching di Sydney melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia), serta kesepakatan kerja sama dengan Canva Inc. untuk mendukung pemberdayaan pelaku kreatif Indonesia.

“Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia-Australia terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami berharap tahun 2026 dapat menjadi fase penting untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.

Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Istimewa)

Menteri Ekraf menegaskan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang berdaya saing global dan berbasis inovasi.

“Kerja sama ini kami arahkan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat naik kelas, terhubung dengan pasar dan talenta global, serta berperan lebih aktif dalam rantai nilai internasional,” tambahnya.

Agenda Strategis 2026

Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke. (Foto: Istimewa)

Kedua menteri juga membahas rencana kerja sama ke depan, di antaranya persiapan program short course Australia Awards Indonesia di subsektor animasi, penyelenggaraan FSAI ke-11, serta partisipasi Australia dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dalam kesempatan itu, Menteri Ekraf secara khusus mengundang Menteri Tony Burke untuk hadir di Jakarta.

Menteri Tony Burke menyambut baik penguatan kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi ekonomi kreatif membuka peluang besar bagi kedua negara.

“Jika kita terus berbagi kemajuan yang optimis dalam kerja sama kita, ini akan menjadi masa yang sangat menarik bagi kedua negara kita,” ujar Tony Burke.

Baca juga: Prabowo: RI-Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan

Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Ekraf, antara lain Dessy Ruhati (Sekretaris Kementerian Ekraf), Cecep Rukendi (Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf), Dian Permana Sari (Penasihat Senior Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan), dan Rian Firmansyah (Penasihat Khusus Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga).

Sementara itu, Menteri Tony Burke didampingi oleh jajaran Pemerintah Australia, antara lain Rod Brazier (Duta Besar Australia untuk Indonesia), Ciara Spencer (Plt. Kepala Urusan Keamanan Nasional, Departemen Dalam Negeri Australia), George Threadgold (Penasihat Senior, Kantor Departemen Dalam Negeri Australia), Jamila Clark (Penasihat Media, Kantor Departemen Dalam Negeri Australia), serta perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

5 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

8 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

8 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

8 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

8 hours ago