Ekonomi dan Bisnis

Menteri Sandiaga Dorong Harpitnas Jadi Libur Bersama

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan hari kejepit nasional (harpitnas) menjadi libur bersama.

Upaya ini dilakukan Sandi untuk meningkatkan industri perhotelan di Tanah Air yang sebelumnya terdampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir.

“Berkaitan dengan upaya Kemenparekraf meningkatkan industri perhotelan di Indonesia, kami mendorong regulasi hari libur nasional berbasis harpitnas atau cuti bersama untuk bisa dapatkan paling tidak dua kali lagi pada tahun ini,” ujarnya, dikutip 26 Februari 2023.

Untuk mendorong harpitnas, pihaknya sudah melakukan koordinasi secara intens dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Asociation of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) higga Industri Kecil dan Menengah (IKMA).

Kolaborasi yang dilakukan Sandi terhadap pihak yang berkepentingan tersebut untuk  meningkatkan tingkat okupansi kamar hotel di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemenparekraf juga berkoordinasi untuk memaksimalkan ‘Mondayisation‘ dan hari kejepit untuk dijadikan sebagai hari libur nasional. “Hari-hari kejepit bisa kita optimalkan dengan libur-libur nasional yang jatuh di akhir pekan serta penambahan cuti-cuti bersama,” jelasnya.

Dengan begitu kata dia, diharapkan kerja dan liburan menjadi lebih seimbang. Apabila liburan, maka harpitnas dapat meningkatkan produktivitas UMKM di daerah-daerah wisata.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budijanto Ardiansjah mengusulkan pemerintah menerapkan cuti bersama di harpitnas pada hari raya.

“Jadi, lebih baik libur tersebut diakumulasikan untuk hari raya seperti Iedul Fitri, Nataru dan libur anak sekolah. Ini jauh lebih efektif lantaran durasi libur lebih panjang,” ucapnya.

Menurutnya,  hari libur dengan durasi pendek menyebabkan masyarakat cenderung memilih berlibur di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Dengan begitu, penambahan cuti bersama saat hari raya akan lebih berdampak.

“Ketika libur pendek orang cenderung memilih jalan ke tempat yang dekat saja misal orang Jakarta ke Bogor Raya atau Bandung. Sedangkan pada libur panjang, mereka cenderung tidak minat lagi karena sudah tidak istimewa,” pungkasnya.

Mengacu Badan Pusat Statistik (BPS) dikutip dataindonesia.id, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia sebesar 52,31% pada Oktober 2022. Nilai tersebut meningkat 2,29 poin jika dibandingkan pada bulan sebelumnya sebesar 50,02%.

Sedangkan pada Oktober 2021, TPK hotel berbintang di Tanah Air tercatat sebesar 45,62%. Angka ini meningkat sebanyak 6,69 poin pada tahun 2022.

Diharapkan dengan pemberlakuan hari kejepit nasional (harpitnas) menjadi libur bersama bisa mendorong tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia semakin besar. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago