Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (04/02/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mematok target investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam 5 tahun ke depan.
“Total investasi selama 5 tahun ke depan lebih dari Rp13.000 triliun. Angka investasi yang diharapkan, yang masuk ke Indonesia, baik secara FDI maupun secara domestik investasi,” bebernya dalam acara Economic Insight 2025, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 14 Maret 2025.
Ia mengatakan, dengan raihan total investasi lebih dari Rp13 ribu triliun pada 2029, diharapkan bisa mencapai target pertumbuhan 8 persen yang diinisiasi oleh Pemerintahan Prabowo.
Baca juga: TikTok Bangun Pusat Data di Thailand, Investasi Capai Rp145 Triliun
“Angka ini sebenarnya cukup signifikan. Dan karena kalau kita lihat dalam 10 tahun terakhir dari tahun 2014-2024 itu, investasi yang masuk ke Indonesia itu kurang lebih Rp9.100 triliun.
Rosan meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia nantinya akan menjadi pertumbuhan yang berkesinambungan dan berkelanjutan apabila sumber dari manusia juga itu tumbuh dan berkembang.
Selain itu, disokong oleh industri yang terus tumbuh berkelanjutan dan berkesinambungan. Sebab, industrialisasi yang kuat berhubungan dengan penciptaan akan pekerjaan.
Baca juga: AWS Investasi USD5 M di RI, Jangkau Puluhan Ribu Tenaga Kerja dan Ratusan Ribu Siswa
Ia menambahkan, hilirisasi industri juga akan memainkan peran yang signifikan dalam menarik investor ke Tanah Air.
“Kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang saat ini berada di kisaran 24-25 persen bisa meningkat lebih tinggi,” ujarnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More