News Update

Menteri Rini Minta BTN Serap Backlog 13,5 Juta Rumah

Untuk itu, kata dia, agar bisa memenuhi backlog perumahan yang mencapai 13,5 juta ini, BTN dapat meningkatkan kerja sama dengan developer besar untuk mendapatkan pembiayaan dari BTN. Dengan begitu, kebutuhan rumah yang besar tersebut dapat terserap.

Baca juga: Nih Jurus BTN Pangkas Backlog Rumah

“Tentunya juga BTN bisa bekerja sama dengan developer developer untuk mendapatkan pinjaman dari BTN. Sehingga perumahan tersebut bisa terus naik hargnya sehingga bisa memberikan benefit kepada pembeli juga kepada BTN,” ucapnya.

Sejauh ini Program Sejuta Rumah pun masih menjadi perhatian utama Bank BTN. Dengan pangsa pasar KPR nasional yang mencapai 32 persen dan KPR subsidi mencapai 96 persen. Perseroan pun optimistis bisa bertahan menjadi penguasa pasar KPR di Indonesia. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Saham TUGU Rebound Cepat Setelah Koreksi, Intip Pemicunya

Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More

3 hours ago

BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan Rumah, Kendaraan dan Emas di BCA Expoversary 2026

Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More

3 hours ago

Indonesia Bak “Macan Pincang”: Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen, tapi Moody’s “Menampar” dengan Rating Negatif

Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More

4 hours ago

Sidang Sritex: Kuasa Hukum Tegaskan Pencairan Kredit Tak Ada Intervensi Babay, Direktur Bank DKI

Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More

4 hours ago

Kerentanan Tertanggung: Ujian Nyata Kehati-hatian Asuransi

Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More

5 hours ago

IHSG Dibuka Merosot 2,31 Persen, Tinggalkan Level 8.000

Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More

5 hours ago