Categories: Ekonomi dan Bisnis

Menteri Rini Ingin Sinergi BUMN Diperkuat

Tangerang – Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah berlaku di 2016 ini. Diharapkan Indonesia mampu bersaing di tengah pasar bebas Asean ini, mengingat penduduk Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Peluang ini tentu harus ditangkap, sehingga negara Indonesia mampu menguasai pangsa pasar di Asean. Untuk mendukung itu semua, menurut Menteri BUMN Rini Soemarno diperlukan sinergi yang kuat antar perusahaan BUMN.

“Kita negara terbesar di Asean, maka kita harus jadi yang terbaik. BUMN harus saling bersinergi memperbaiki diri dan saling memberi kekuatan,” ujar Rini di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Rabu, 24 Februari 2016.

Menurutnya, jika sinergi BUMN bisa dilakukan, maka peluang Indonesia untuk menguasai pasar Asean sangatlah besar. Dia mengungkapkan, tidak hanya di Asean saja, namun Indonesia akan mampu bersaing secara global.

“Tidak hanya terbaik di Asean tapi juga di dunia. Kita harus saling bahu membahu, saling mendukung antar BUMN,” tukas Rini.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terus mendorong BUMN untuk dapat meningkatkan sinerginya antar BUMN. Sehingga, dalam kedepannya hal tersebut akan memberikan dukungan dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Sejak awal saya selau kumandangkan bagaimana sinergi BUMN bisa memberikan dukungan untuk pembangunan bangsa. Saya rasa ini salah satu hasil komitmen kita bersama untuk BUMN bersinergi membangun negeri kita,” tutup Rini. (*) Rezkiana Nisaputraa

Apriyani

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

3 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

4 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

4 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

14 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

15 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

15 hours ago