Garap Bisnis Digital Segmen Enterprise, Telkom Kerjasama dengan Cisco
Jakarta–Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno melakukan kunjungan ke Crisis Center Telkom Group untuk memantau perkembangan pemulihan layanan Satelit Telkom 1 di Telkom Integrated Operation Center (TIOC), Graha Merah Putih, Jakarta.
Kunjungan Rini kali ini dimaksudkan memberikan semangat kepada seluruh personil TelkomGroup yang tengah fokus bekerja memulihkan layanan satelit Telkom 1 dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Telekomunikasii Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Alex J. Sinaga.
Telkom sendiri terus melakukan percepatan proses pemulihan layanan secara maksimal melalui pengerahan segenap sumberdaya dari TelkomGroup. Lebih dari 1.000 teknisi TelkomGroup dari seluruh Indonesia terlibat dalam migrasi layanan dari Telkom 1 ke Telkom 2, Telkom 3S dan satelit lainnya.
Sesuai dengan target yang telah dicanangkan oleh manajemen TelkomGroup bahwa proses migrasi ini harus selesai pada tanggal 10 September 2017 segenap personil fokus bekerja selam 7×24 jam di bawah komando crisis center.
Dengan rampungnya penyediaan transponder pengganti pekerjaan pemulihan layanan fokus pada repointing antena ground segment di titik pelanggan.
Berdasarkan rilis yang dipulikasi, Kamis, 31 Agustus 2017, hingga pagi tadi, tercatat sebanyak 4647 site pelanggan termasuk di dalamnya 4132 site VSAT telah selesai dimigrasikan dan beroperasi normal. Namun demikian kerja keras masih terus dibutuhkan untuk sesegera mungkin untuk memulihkan layanan hingga 15.000 site lainnya. Saat ini, kecepatan recovery site telah mencapai 1.200 site per hari. (*)
Editor: Paulua Yoga
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More