Nasional

Mensos Gus Ipul Gandeng Pemda Kawal Bansos Rp30 Triliun

Poin Penting

  • Pemerintah mulai salurkan BLTS senilai Rp30 triliun untuk 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
  • Mensos Gus Ipul libatkan pemerintah daerah dan pendamping sosial untuk memastikan penyaluran tepat sasaran melalui pengecekan lapangan.
  • Bantuan Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan disalurkan melalui Himbara untuk KPM reguler dan PT Pos Indonesia untuk KPM baru.

Jakarta – Program stimulus Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai lebih dari Rp30 triliun mulai disalurkan untuk 35.04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan penyaluran BLTS tersebut tepat sasaran.

Menurutnya, data penerima bersifat dinamis sehingga pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan lapangan (ground check) guna memastikan penerima sesuai kriteria.

“Kita tinggal mulai untuk menyalurkan, kita perlu koordinasi di mana kita tentu berharap bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang memenuhi kriteria yaitu yang berada di desil 1, 2, 3, dan 4. Di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang insyaallah mulai hari ini juga bisa dilihat lewat aplikasi yang sudah disiapkan oleh Pusdatin (SIKS-NG),” ujar Gus Ipul, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 23 Oktober 2025.

Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Alasan Pemerintah Jalankan Sekolah Rakyat dan BLT

Selain melibatkan pemerintah daerah, Gus Ipul juga akan menggandeng pendamping dan pilar sosial untuk melalukan edukasi, pendampingan, dan sosialisasi kepada KPM penerima BLTS.

“Didampingi supaya pemanfaatannya sesuai peruntukkannya. Mereka juga diharapkan nanti melaporkan kendala penyaluran BLTS di wilayahnya. Intinya bahwa proses salur ini kita manfaatkan sekaligus untuk groundcheck, sehingga kami bisa mengetahui kondisi objektif dari para penerima manfaat itu. Kami harapkan bapak ibu sekalian ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” kata Gus Ipul.

BLTS Jaga Daya Beli dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa BLTS bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menyasar KPM dalam desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dari total penerima, terdapat lebih dari 20,8 juta KPM reguler dan 14 juta KPM baru yang sebelumnya belum menerima bantuan reguler.

Kemudian untuk penyalurannya berada di triwulan IV. Proses salurnya juga melalui dua cara yaitu untuk yang regular melalui Himbara dan untuk KPM baru akan melalui PT Pos Indonesia. “Ini yang baru karena belum memiliki rekening,” kata Gus Ipul.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang

Adapun bantuan diberikan senilai Rp300ribu per bulan untuk Oktober-Desember, disalurkan sekaligus dengan total Rp900 ribu per KPM baru. Sementara KPM reguler menerima total Rp1,5 juta termasuk BLTS tambahan.

“KPM baru menerima Rp900 ribu yang memerlukan verifikasi, dan data ini akan kami sampaikan ke Pemda, Pemerintah Kota. Kami ingin waktunya 5 hari ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, target verifikasi data ditetapkan lima hari sebelum diteruskan ke PT Pos Indonesia untuk disalurkan.

“Kami berpacu dengan waktu dan data yang sudah diverifikasi itu akan kita langsung teruskan ke PT Pos Indonesia, untuk bisa langsung segera disalurkan. Karena arahan Bapak Presiden, ini agar bisa segera disalurkan,” pungkasnya.

Sementara untuk KPM regular yang melalui Himbara telah disalurkan sejak Senin, 20 Oktober 2025 secara bertahap. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

10 mins ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

1 hour ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

2 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

3 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

3 hours ago

Waspada! Visa Ungkap Penipuan Digital Berbasis AI Makin Masif

Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More

3 hours ago