Ilustrasi penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT/istimewa
Jakarta – Program stimulus Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai lebih dari Rp30 triliun mulai disalurkan untuk 35.04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan penyaluran BLTS tersebut tepat sasaran.
Menurutnya, data penerima bersifat dinamis sehingga pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan lapangan (ground check) guna memastikan penerima sesuai kriteria.
“Kita tinggal mulai untuk menyalurkan, kita perlu koordinasi di mana kita tentu berharap bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang memenuhi kriteria yaitu yang berada di desil 1, 2, 3, dan 4. Di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang insyaallah mulai hari ini juga bisa dilihat lewat aplikasi yang sudah disiapkan oleh Pusdatin (SIKS-NG),” ujar Gus Ipul, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 23 Oktober 2025.
Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Alasan Pemerintah Jalankan Sekolah Rakyat dan BLT
Selain melibatkan pemerintah daerah, Gus Ipul juga akan menggandeng pendamping dan pilar sosial untuk melalukan edukasi, pendampingan, dan sosialisasi kepada KPM penerima BLTS.
“Didampingi supaya pemanfaatannya sesuai peruntukkannya. Mereka juga diharapkan nanti melaporkan kendala penyaluran BLTS di wilayahnya. Intinya bahwa proses salur ini kita manfaatkan sekaligus untuk groundcheck, sehingga kami bisa mengetahui kondisi objektif dari para penerima manfaat itu. Kami harapkan bapak ibu sekalian ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa BLTS bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menyasar KPM dalam desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dari total penerima, terdapat lebih dari 20,8 juta KPM reguler dan 14 juta KPM baru yang sebelumnya belum menerima bantuan reguler.
Kemudian untuk penyalurannya berada di triwulan IV. Proses salurnya juga melalui dua cara yaitu untuk yang regular melalui Himbara dan untuk KPM baru akan melalui PT Pos Indonesia. “Ini yang baru karena belum memiliki rekening,” kata Gus Ipul.
Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang
Adapun bantuan diberikan senilai Rp300ribu per bulan untuk Oktober-Desember, disalurkan sekaligus dengan total Rp900 ribu per KPM baru. Sementara KPM reguler menerima total Rp1,5 juta termasuk BLTS tambahan.
“KPM baru menerima Rp900 ribu yang memerlukan verifikasi, dan data ini akan kami sampaikan ke Pemda, Pemerintah Kota. Kami ingin waktunya 5 hari ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, target verifikasi data ditetapkan lima hari sebelum diteruskan ke PT Pos Indonesia untuk disalurkan.
“Kami berpacu dengan waktu dan data yang sudah diverifikasi itu akan kita langsung teruskan ke PT Pos Indonesia, untuk bisa langsung segera disalurkan. Karena arahan Bapak Presiden, ini agar bisa segera disalurkan,” pungkasnya.
Sementara untuk KPM regular yang melalui Himbara telah disalurkan sejak Senin, 20 Oktober 2025 secara bertahap. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More
Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI resmi mensosialisasikan rencana kenaikan free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More