Nasional

Menkop Ferry Nilai Gen Z Dapat Bawa Kopdes Lebih Modern, Ini Alasannya

Poin Penting

  • Gen Z menjadi motor modernisasi koperasi, terutama dalam pengembangan Kopdes Merah Putih melalui kemampuan digital, inovasi, dan koneksi bisnis online.
  • Lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan membentuk ekosistem ekonomi baru di desa, menciptakan jutaan lapangan kerja, serta memperkuat posisi koperasi sebagai kekuatan ekonomi nasional.
  • Instruksi Presiden: koperasi harus mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta, dengan potensi peningkatan anggota hingga 80 juta dan pembangunan jaringan gerai, lembaga keuangan mikro, klinik, warehouse, dan armada distribusi.

Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai bahwa masa depan koperasi Indonesia berada di tangan Gen Z. Menurutnya, energi, kreativitas, dan keberanian generasi ini akan sangat menentukan arah pengembangan koperasi ke depan, terutama dengan hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Melalui kemampuan digital marketing, koneksi bisnis online sampai inovasi produk dan layanan, Gen Z dapat membawa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melompat lebih cepat dan modern,” kata Fery, dalam keterangannya, Senin, 24 November 2025.

Ia menjelaskan, lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih akan menciptakan ekosistem ekonomi yang baru dan kuat di Indonesia. Koperasi yang selama ini dianggap kecil dan kerap diremehkan kini didorong menjadi kekuatan ekonomi besar dan mesin pertumbuhan nasional.

Menurut Ferry, koperasi merupakan amanat konstitusi dan sesuai karakter masyarakat Indonesia. Namun, hampir 30 tahun terakhir, ekonomi rakyat di desa makin tersisih oleh tengkulak, rentenir, dan pinjaman online.

Baca juga: Bos OJK Kasih Bocoran: Ada Satu Bank Menyusul CIMB Niaga dan BTN untuk Spin Off UUS

Banyak desa masih kekurangan listrik, internet, obat-obatan, hingga menghadapi harga kebutuhan pokok yang lebih mahal dibandingkan kota. Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus dimulai dari bawah, yaitu dari desa.

Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah ingin mengubah masyarakat desa menjadi subjek ekonomi. Kopdes akan menyalurkan kebutuhan warga, menjadi offtaker produk desa, menampung hasil panen, dan menyalurkan bantuan pemerintah

“Ekosistem ini diharapkan menciptakan jutaan lapangan kerja, terutama bagi anak muda yang menjadi penentu masa depan koperasi,” jelasnya.

Koperasi Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Besar

Ferry juga mengemukakan, sejumlah usaha besar dunia dikelola oleh koperasi, seperti FC Barcelona dan Rabobank. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi kekuatan ekonomi besar.

Dengan rencana lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih yang fokus menggerakkan produk dalam negeri, koperasi Indonesia dinilai berpotensi tumbuh setara industri besar

Baca juga: Sisa Dua Bulan, Begini Strategi DJP Kejar Target Penerimaan Pajak 2025

Oleh sebab itu, sebut Ferry, Presiden meminta agar koperasi bergerak cepat mengejar ketertinggalan dari BUMN dan sektor swasta. Koperasi, tegasnya, harus sama majunya dan memiliki peran besar dalam pembangunan ekonomi.

Menkop mengatakan dengan pembentukan Kopdes Merah Putih yang kini sudah mencapai lebih 82 ribu koperasi, nilai tambah besar akan tercipta.

Keanggotaan koperasi yang saat ini berjumlah 29 juta orang diproyeksikan meningkat signifikan. Jika setiap Kopdes memiliki 1.000 anggota, maka akan bertambah sedikitnya 80 juta anggota baru.

“Belum lagi akan ada 80 ribu gerai sembako, yang dikelola secara ritel modern yang dimiliki oleh koperasi. Akan ada 80 ribu lembaga keuangan mikro di desa dan kelurahan, ada 80 ribu klinik desa yang dilengkapi tenaga medis, 80 ribu warehouse. Ada 80 ribu truk kendaraan yang memperlancar distribusi barang milik desa,” lanjut Menkop.

“Selama ini koperasi dianggap kecil. Sekarang kita buktikan, koperasi akan menjadi ekosistem bisnis yang kuat, seperti yagng diharapkan oleh Pendiri Republik, Bung Hatta. Kita harus bisa berdaulat di negeri sendiri,” tegasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

27 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

52 mins ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

1 hour ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

1 hour ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

2 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

2 hours ago