Nasional

Menkop Ferry Dorong Koperasi Masuk Sektor Strategis, Ini Alasannya

Poin Penting

  • Koperasi diminta keluar dari zona nyaman dan masuk ke sektor strategis seperti energi, pangan, dan infrastruktur.
  • Kopelindo dinilai punya posisi kuat di rantai pasok global, dengan dukungan regulasi dari pemerintah.
  • Transformasi teknologi dan tata kelola jadi syarat utama agar koperasi mampu bersaing dan berkembang.

Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk keluar dari zona nyaman, khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo). Ia meminta koperasi berani berekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopelindo di Surabaya, Sabtu (28/3). Menurutnya, momentum transformasi ekonomi saat ini harus dimanfaatkan koperasi untuk masuk ke lini bisnis berdampak luas.

Ferry menekankan, koperasi perlu melirik sektor energi, pangan, hingga infrastruktur sebagai ladang pengabdian sekaligus peluang bisnis menjanjikan.

“Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Baca juga: DPR Desak Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Koperasi BLN

Ia menambahkan, sebagai koperasi berbasis pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi tawar kuat untuk memperbesar skala bisnis dalam rantai pasok global. Pemerintah, kata dia, siap memberikan dukungan regulasi agar hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal dapat diminimalkan.

Digitalisasi jadi Kunci Daya Saing

Selain ekspansi, Menkop juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi Kopelindo yang konsisten melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota.

Namun, Ferry mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut percepatan digitalisasi.

“Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,” imbuhnya.

Baca juga: Menkop Tekankan Koperasi Pesantren Dapat Menjadi Kakak Asuh bagi Kopdes Merah Putih

Ia juga menambahkan bahwa RAT merupakan momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi. Kopelindo tercatat memiliki aset sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja dan jumlah anggota yang terus meningkat.

“Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi,” ucap Menkop.

Menkop juga berharap Kopelindo dapat bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna memperluas manfaat dan memperkuat ekonomi bersama.

Dorong Pemerataan Ekonomi

Di akhir arahannya, ia berharap langkah ekspansi Kopelindo dapat menjadi pemicu bagi koperasi lain di Indonesia untuk mengikuti langkah serupa. Dengan masuknya koperasi ke sektor strategis, distribusi kekayaan diharapkan lebih merata dan kembali ke anggota serta masyarakat luas.

“Jika koperasi sudah masuk ke sektor strategis, maka kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Funding Korporasi Bank Mega Syariah Tembus Rp5,9 Triliun di 2025

Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan funding korporasi lebih dari 60 persen yoy menjadi… Read More

6 hours ago

Laba Bank DP Taspen Melesat 54,31 Persen Jadi Rp34,78 Miliar di 2025

Poin Penting Laba bersih Bank DP Taspen naik 54,31 persen yoy menjadi Rp34,78 miliar, ditopang… Read More

13 hours ago

Komisi XI Desak OJK Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan Investasi DSI Rp2,47 Triliun

Poin Penting Komisi XI DPR meminta OJK memprioritaskan pengusutan dugaan penipuan investasi Dana Syariah Indonesia… Read More

16 hours ago

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

18 hours ago

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

23 hours ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

1 day ago