Selain rendahnya tingkat edukasi secara umum, tidak meratanya tingkat pengetahuan masyarakat di Indonesia juga menjadi pemicu masalah. Meski dihadapkan dengan banyak faktor penghambat, pemerintah tetap optimis dan melakukan berbagai upaya untuk mendukung perkembangan startup digital di Indonesia, salah satunya melalui program-program pembinaan seperti Plug and Play Indonesia.
Memasuki bulan kedua dari program akselerator Plug and Play Indonesia, 11 startup yang telah terpilih pada awal bulan Mei lalu sedang sibuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan dengan memanfaatkan ruang kerja yang juga disediakan bagi
mereka.
Di samping dukungan logistik, Plug and Play Indonesia juga menjembatani hubungan startup dengan berbagai stakeholder seperti instansi pemerintahan, korporasi, dan juga media.
“Dengan dukungan yang holistik seperti ini, diharapkan para startup dapat lebih fokus dengan perkembangan dan pemasaran produk mereka,” tutup Wesley Harjono, selaku Presiden Direktur Plug and Play Indonesia. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More