Selain rendahnya tingkat edukasi secara umum, tidak meratanya tingkat pengetahuan masyarakat di Indonesia juga menjadi pemicu masalah. Meski dihadapkan dengan banyak faktor penghambat, pemerintah tetap optimis dan melakukan berbagai upaya untuk mendukung perkembangan startup digital di Indonesia, salah satunya melalui program-program pembinaan seperti Plug and Play Indonesia.
Memasuki bulan kedua dari program akselerator Plug and Play Indonesia, 11 startup yang telah terpilih pada awal bulan Mei lalu sedang sibuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan dengan memanfaatkan ruang kerja yang juga disediakan bagi
mereka.
Di samping dukungan logistik, Plug and Play Indonesia juga menjembatani hubungan startup dengan berbagai stakeholder seperti instansi pemerintahan, korporasi, dan juga media.
“Dengan dukungan yang holistik seperti ini, diharapkan para startup dapat lebih fokus dengan perkembangan dan pemasaran produk mereka,” tutup Wesley Harjono, selaku Presiden Direktur Plug and Play Indonesia. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More