Ilustrasi transportasi pesawat. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sedang merampungkan skema insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 50 persen untuk pembelian tiket pesawat dan jasa transportasi lainnya menjelang masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Airlangga menjelaskan bahwa insentif tersebut masih dalam proses koordinasi antarkementerian dan akan diumumkan pada Oktober 2025.
“Itu sedang dalam proses dengan lintas kementerian, nanti mungkin di bulan Oktober akan diumumkan. Termasuk diskon transportasi, kereta, kapal,” ujar Ailrngga saat ditemui di Kantornya, dikutip, Selasa, 30 September 2025.
Baca juga: Menyambut Libur Natal dan Tahun Baru, OJK Imbau Hindari Pinjaman Berlebihan
Sebelumnya, Airlangga mengatakan insentif berupa diskon tiket pesawat, tarif tol, dan kereta api saat libur akhir tahun dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada semester II 2025 dan menjaga daya beli masyarakat.
“Terkait dengan program nanti Natal Tahun Baru, itu yang diskon-diskon juga kemarin (diskon tarif pesawat, tol, kereta api) tadi kita bahas, kita berharap nanti bisa diumumkan lebih awal,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Jumat, 25 Juli 2025.
Selain insentif transportasi, pemerintah juga akan kembali menyelenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, yang berlangsung selama 7 hari, mulai 10 hingga 16 Desember 2025.
Harbolnas tahun ini ditargetkan mencatatkan transaksi senilai Rp33 triliun hingga Rp35 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp31 triliun.
Baca juga: Dorong Produk Lokal, Transaksi Harbolnas 2025 Ditargetkan Tembus Rp35 Triliun
Program ini bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat serta memperkuat peran UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem digital nasional.
“Tahun kemarin saya apresiasi karena dari Rp31 triliun, 30 persen lebih adalah buatan Indonesia. Harapannya tahun ini bisa lebih tinggi lagi dan targetnya di tahun ini antara Rp33 triliun sampai dengan Rp35 triliun,” pungkas Airlangga. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More
Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More