Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis, 5 Februari 2026.(Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal-IV 2025 berhasil tumbuh 5,11 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini mendapat apresiasi khusus dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Tadi diumumkan (Ibu Amalia, Kepala BPS), bahwa pertumbuhan kita di triwulan keempat 5,39 persen. Jadi ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Dan secara year on year adalah 5,11 persen,” sebut Airlangga di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis, 5 Februari 2026.
Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara besar. Tiongkok, misalnya, mencatat pertumbuhan di kisaran 5 persen. Sementara Arab Saudi dan Uni Eropa (EU) masing-masing tumbuh sekitar 4,5 dan 1,5 persen.
Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Capai 5,11 Persen
Lebih lanjut, Airlangga menyebut, salah satu kesuksesan pertumbuhan 5,11 persen pada 2025 ini datang dari bantuan tunai langsung (BLT) yang terserap pada akhir tahun.
“Kemudian investasi juga tumbuh positif 6,12 persen, ditunjang oleh percepatan belanja pemerintah yang tumbuhnya 44,2 persen. Jadi memang, pemerintah menggelontorkan belanja di Q4. Dan ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi,” tambahnya.
Beberapa sektor yang Airlangga sebut dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu 4,77 persen (yoy). Industri pengolahan tumbuh 5,4 persen (yoy) dan bersumbangsih terhadap 19,2 persen produk domestik bruto (PDB).
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Melesat 5,39 persen
Selanjutnya, ada sektor perdagangan yang tumbuh 6,07 persen (yoy) dengan kontribusi 13,24 persen. Sektor digital mengalami peningkatan 8,98 persen (yoy) dan pangsa 6,22 persen.
Tak lupa juga, sektor pertanian tumbuh 5,14 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 11,56 persen. Sektor terakhir yaitu akomodasi makan dan minum, yang berkaitan dengan pariwisata. Pertumbuhannya mencapai 7,15 persen (yoy) dan pangsa 2,7 persen.
“(Angka) ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan libur nataru dan stimulus diskon tarif angkutan,” paparnya.
Ke depan, Airlangga berharap agar angka pertumbuhan yang cukup besar ini bisa menjadi momentum untuk terus mengakselerasi perekonomian dalam negeri. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More