Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting

  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal terakhir dan melampaui pertumbuhan sejumlah negara besar.
  • Pertumbuhan ditopang BLT, investasi yang naik 6,12%, serta lonjakan belanja pemerintah 44,2% di Q4, yang memperkuat daya beli dan stimulus ekonomi.
  • Sektor pengolahan, perdagangan, digital, pertanian, dan pariwisata menjadi motor utama, dengan industri pengolahan menyumbang terbesar ke PDB sebesar 19,2%.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal-IV 2025 berhasil tumbuh 5,11 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini mendapat apresiasi khusus dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Tadi diumumkan (Ibu Amalia, Kepala BPS), bahwa pertumbuhan kita di triwulan keempat 5,39 persen. Jadi ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Dan secara year on year adalah 5,11 persen,” sebut Airlangga di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis, 5 Februari 2026.

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara besar. Tiongkok, misalnya, mencatat pertumbuhan di kisaran 5 persen. Sementara Arab Saudi dan Uni Eropa (EU) masing-masing tumbuh sekitar 4,5 dan 1,5 persen.

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Capai 5,11 Persen

Lebih lanjut, Airlangga menyebut, salah satu kesuksesan pertumbuhan 5,11 persen pada 2025 ini datang dari bantuan tunai langsung (BLT) yang terserap pada akhir tahun.

“Kemudian investasi juga tumbuh positif 6,12 persen, ditunjang oleh percepatan belanja pemerintah yang tumbuhnya 44,2 persen. Jadi memang, pemerintah menggelontorkan belanja di Q4. Dan ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi,” tambahnya.

Beberapa sektor yang Airlangga sebut dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu 4,77 persen (yoy). Industri pengolahan tumbuh 5,4 persen (yoy) dan bersumbangsih terhadap 19,2 persen produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Melesat 5,39 persen

Selanjutnya, ada sektor perdagangan yang tumbuh 6,07 persen (yoy) dengan kontribusi 13,24 persen. Sektor digital mengalami peningkatan 8,98 persen (yoy) dan pangsa 6,22 persen.

Tak lupa juga, sektor pertanian tumbuh 5,14 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 11,56 persen. Sektor terakhir yaitu akomodasi makan dan minum, yang berkaitan dengan pariwisata. Pertumbuhannya mencapai 7,15 persen (yoy) dan pangsa 2,7 persen.

“(Angka) ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan libur nataru dan stimulus diskon tarif angkutan,” paparnya.

Ke depan, Airlangga berharap agar angka pertumbuhan yang cukup besar ini bisa menjadi momentum untuk terus mengakselerasi perekonomian dalam negeri. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

13 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

13 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

14 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

14 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

15 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

15 hours ago