Moneter dan Fiskal

Menko Airlangga Optimis Tantangan Hiper-Inflasi Bisa Diatasi, Ini Strategi Pemerintah

Jakarta – Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) optimis pemerintah dapat menjaga stabilitas harga, serta pengendalian inflasi salah satunya melalui program kebijakan 4K untuk menekan potensi hiper-inflasi akibat melonjaknya harga pangan dan energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan 4K terkait stabilisasi harga dan inflasi diantaranya adalah keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

“Terkait dengan stabilisasi harga dan inflasi, tentu ini tim pengendalian inflasi pusat maupun daerah terus mendorong agar program kebijakan terkait dengan keterjangkauan harga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dan juga komunikasi secara efektif dengan masyarakat. Sehingga tentu tantangan hiperinflasi itu kelihatannya kita bisa tangani di tahun ini, demikian pula di tahun depan,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers: Nota Keuangan dan RUU APBN 2023 di Jakarta, 16 Agustus 2022.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa energi masih menjadi tantangan utama perekonomian Indonesia. Namun, Airlangga menjelaskan dalam kebijakan fiskal sebagai shock absorber, pemerintah telah mempersiapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp502,4 triliun untuk menekan harga bahan bakar di tahun ini.

“Pemerintah sudah menyiapkan Rp502,4 triliun, kita lihat harga keekonomian pertamax Rp15.150, namun kita masih memberikan harga eceran Rp12.500. Demikian pula pertalite, keekonomiannya Rp13.150 ecerannya masih Rp7.650, sedangkan di negara lain misalnya Thailand sebesar Rp19.500, Vietnam Rp16.645 per liter, Filipina Rp21.352, sehingga kita relatif di bawah dari negara ASEAN lainnya,” ucap Airlangga.

Kemudian dalam mendorong pengembangan UMKM, pemerintah terus berupaya memberikan insentif-insentif melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Tercatat sejak Agustus 2015 sampai akhir Juli 2022 total outstanding atau sisa KUR yang belum dibayar mencapai Rp530 triliun yang diberikan kepada 36,56 juta debitur dengan kredit macet (NPL) hanya sebesar 1,03%.

Baca juga : Inflasi Hampir Sentuh 5%, Jokowi Sebut Masih Terkendali

Selain itu reformasi struktural juga nantinya akan dapat diandalkan sebagai kombinasi dari kebijakan fiskal dan moneter melalui Sovereign Wealth Fund (SWF), pembangunan infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau proyek strategis nasional yang sejak tahun 2016-2022 totalnya Rp858 triliun atau 135 proyek hilirisasi, serta kebijakan sektor otomotif menjadi salah satu pendorong di sektor manufaktur. (*) Khoirifa

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

12 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

12 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

12 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago