Categories: Ekonomi dan Bisnis

Menkeu Resmikan Pembukaan ISEF 2015

Surabaya–Bank Indonesia (BI) menggelar Festival Ekonomi Syariah Indonesia atau Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2015. Peresmian tersebut dilakukan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro didampingi Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

ISEF pada tahun ini mengangkat tema Empowering Islamic Economic and Finance for the Prosperity of the Nations (Pemberdayaan Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Kesejahteraan Bangsa). Penyelenggaran ISEF ini bertujuan untuk mengoptimalkan kontribusi sistem keuangan syariah dalam pengembangan sektor riil.

Menkeu berharap, pagelaran ini dapat menunjukkan peran aktif Indonesia sebagai poros pengembangan ekonomi syariah di dunia internasional. Acara ISEF ini meliputi 3 acara utama, yakni Acara Pembukaan (Opening Ceremony), Forum Ekonomi Syariah (Sharia Economic Forum) dan Pameran Syariah (Sharia Fair).

Acara Opening Ceremony ISEF 2015 diselenggarakan pada Rabu malam (28/10) di Lapangan Makodam V Brawijaya yang terbuka untuk umum. Acara dimeriahkan dengan pagelaran Rally Bedug dan lantunan Shalawat Badar yang dipimpin oleh Habib Syech Abdul Kadir Assegaf.

Adapun Sharia Economic Forum, yang berlangsung sejak kemarin (27/10) hingga tanggal 30 Oktober 2015, terdiri dari berbagai kegiatan seperti seminar, bedah buku dan Focus Group Discussion mengenai pengembangan ekonomi syariah.

Sementara itu Sharia Fair yang akan digelar pada tanggal 29 Oktober – 1 November 2015 di Empire Palace, meliputi kegiatan pameran produk ekonomi dan keuangan syariah terdiri dari 129 booth, seminar/talkshow, pelatihan dan edukasi produk ekonomi dan keuangan syariah.

Sharia Fair sendiri dikembangkan dengan konsep “5F” (Finance, Food, Fashion Fantrepreneur (fantastic entrepreneur), dan Fundutainment (fun-education-entertainment). Pengembangan konsep 5F ini merupakan upaya dari Bank Indonesia dalam mengintegrasikan sektor keuangan dan sektor riil sehingga pengembangan ekonomi syariah terlaksana secara komprehensif.

Konsep ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah tidak terbatas pada lembaga keuangan saja (baik bank ataupun nonbank) tetapi juga meliputi sektor/bisnis riil. Ekonomi syariah juga bukan hanya untuk umat muslim tetapi untuk masyarakat luas termasuk yang nonmuslim. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

6 mins ago

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

39 mins ago

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

1 hour ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

2 hours ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

3 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

4 hours ago