Jakarta – Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoromenilai, reformasi struktural dalam perekonomian menjadi hal penting untuk dilakukan. Hal ini untuk mengubah arah ekonomi Indonesia yang sebelumnya terfokus pada komoditas. Demikian disampaikan Bambang saat menjadi salah satu panelis dalam Asian Development Bank (ADB) Governors’ seminar yang bertajuk Structural Reforms: Pathways to Sustained Growth.
“Saat terjadi booming-nya harga komoditas, semua orang melupakan reformasi struktural yang sedang berjalan,” ujar Bambang.
Salah satu prioritas, menurut dia, adalah reformasi anggaran. Hal itu untuk dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih luas dan meningkatkan kualitas belanja.
Reformasi yang disebutkan Bambang juga pernah dipaparkan saat pertemuan G20 di Washington D.C beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kebijakan dalam hal reformasi struktural yang dilakukan Indonesia adalah dengan berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dikombinasikan dengan kebijakan bidang fiskal dan moneter telah membantu perekonomian Indonesia terjaga di 2015, dalam hal inflasi, defisit serta pertumbuhan.(*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More