Jakarta – Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoromenilai, reformasi struktural dalam perekonomian menjadi hal penting untuk dilakukan. Hal ini untuk mengubah arah ekonomi Indonesia yang sebelumnya terfokus pada komoditas. Demikian disampaikan Bambang saat menjadi salah satu panelis dalam Asian Development Bank (ADB) Governors’ seminar yang bertajuk Structural Reforms: Pathways to Sustained Growth.
“Saat terjadi booming-nya harga komoditas, semua orang melupakan reformasi struktural yang sedang berjalan,” ujar Bambang.
Salah satu prioritas, menurut dia, adalah reformasi anggaran. Hal itu untuk dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih luas dan meningkatkan kualitas belanja.
Reformasi yang disebutkan Bambang juga pernah dipaparkan saat pertemuan G20 di Washington D.C beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kebijakan dalam hal reformasi struktural yang dilakukan Indonesia adalah dengan berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dikombinasikan dengan kebijakan bidang fiskal dan moneter telah membantu perekonomian Indonesia terjaga di 2015, dalam hal inflasi, defisit serta pertumbuhan.(*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More