Jakarta – Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoromenilai, reformasi struktural dalam perekonomian menjadi hal penting untuk dilakukan. Hal ini untuk mengubah arah ekonomi Indonesia yang sebelumnya terfokus pada komoditas. Demikian disampaikan Bambang saat menjadi salah satu panelis dalam Asian Development Bank (ADB) Governors’ seminar yang bertajuk Structural Reforms: Pathways to Sustained Growth.
“Saat terjadi booming-nya harga komoditas, semua orang melupakan reformasi struktural yang sedang berjalan,” ujar Bambang.
Salah satu prioritas, menurut dia, adalah reformasi anggaran. Hal itu untuk dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih luas dan meningkatkan kualitas belanja.
Reformasi yang disebutkan Bambang juga pernah dipaparkan saat pertemuan G20 di Washington D.C beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kebijakan dalam hal reformasi struktural yang dilakukan Indonesia adalah dengan berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dikombinasikan dengan kebijakan bidang fiskal dan moneter telah membantu perekonomian Indonesia terjaga di 2015, dalam hal inflasi, defisit serta pertumbuhan.(*)
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More