Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana pemerintah di bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp100 triliun.
Purbaya menjelaskan, penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun pada September 2025 lalu yang seharusnya jatuh tempo pada Maret 2026 telah diperpanjang selama enam bulan hingga September 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong peningkatan base money (M0) hingga mendekati 13 persen dan memberikan stimulus bagi perekonomian.
“Jadi yang Rp200 triliun itu kita perpanjang di 6 bulan kemudian, itu jelas membuat base money jadi efektif betul-betul seperti jumlah uang yang di lapangan. Itu mencipatakan base money tumbuhnya mendekati 13 persen. Jadi itu memberi gairah ke perekonomian karena perbankan meminjamkan, perekonomiannya jalan lagi,” ujar Purbaya dalam acara buka puasa bersama, dikutip, Senin, 9 Maret 2026.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga mengungkapkan rencana menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun dengan skema berbeda.
Ia menjelaskan, dana tersebut akan ditempatkan dalam deposito jangka pendek yang lebih fleksibel sehingga pemerintah dapat menarik sewaktu-waktu bila diperlukan.
Purbaya menyebut tambahan penempatan dana Rp100 triliun itu berasal dari anggaran belanja pemerintah yang belum digunakan.
“Nanti mungkin Rp100 triliun lagi yang bisa keluar masuk-keluar masuk. Artinya tidak diperikat dalam deposit yang panjang tapi jangka pendek dan fleksibel. Dari uang kita (negara) sendiri yang belum dibelanjain,” ungkapnya.
Meski demikian, Purbaya belum merinci waktu pelaksanaan penambahan dana di bank Himbara tersebut.
Ia hanya menyebutkan telah meminta Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Astera Primanto Bhakti untuk mengkaji realisasinya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit agar aktivitas ekonomi tetap terjaga. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More
Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More
Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More