Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, ditemui di ruang kerjanya usai acara serah terima jabatan dari Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini kondisi perekonomian Indonesia akan membaik pada akhir tahun 2025. Ia mengakui bahwa pada triwulan III 2025, ekonomi dan belanja pemerintah memang sedikit melambat.
Menurutnya, perekonomian domestik, termasuk penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang masih terkontraksi, akan kembali positif.
“Karena mungkin triwulan III agak lambat sedikit, belanjanya dan ekonomi agak melambat. Tapi saya yakin bulan Oktober, November, Desember semuanya akan berbalik arah. Nanti semuanya akan berbalik termasuk PPnBM dan lain-lain mendekati target yang kita miliki,” ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 12 September 2025.
Baca juga: Menkeu Purbaya Cairkan Rp200 Triliun ke 5 Bank Himbara, Ini Rincian Besarannya
Purbaya juga menegaskan, jika penerimaan pajak berada di bawah target, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menopang pembangunan ekonomi domestik.
“Tapi, seandainya itu let’s say itu di bawah target pun nggak usah takut karena masih ada sisa uang anggaran, SAL yang cukup banyak. Jadi anda nggak usah takut pemerintah gak punya uang untuk membangun,” tambahnya.
Pemerintah, kata Purbaya, mendorong percepatan program pembangunan untuk memacu pemulihan ekonomi maupun penerimaan negara di sisa tahun 2025.
“Nanti kalau itu jalan semua program ini jalan saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertumbuhan ekonominya akan setinggi yang kita prediksi sebelumnya,” ungkapnya.
Baca juga: New Hope! Menteri Keuangan Baru, Purbaya Yudhi Sadewa
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat realisasi penerimaan pajak neto hingga akhir Juli 2025 mencapai Rp990,01 triliun.
Realisasi tersebut setara 45,2 persen dari target APBN 2025 dan turun 5,29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More