Moneter dan Fiskal

Menkeu: Pembangunan Infrastruktur Sangat Mendesak

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai, pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat mendesak. Maka dari itu pemerintah dalam tiga tahun terakhir sangat gencar mewujudkan pembangunan infrastruktur secara merata di dalam negeri.

“Kebutuhan membangun sangat urgent dan tinggi,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari laman Kemenkeu, di Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

Pembangunan infrastruktur harus didukung oleh pemerintah daerah (Pemda). Di mana pemerintah pusat juga telah menyediakan berbagai format agar pembangunan bisa tlebih cepat terwujud. Salah satunya yakni melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Melalui skema itu, banyak proyek yang bisa dijalankan, mulai dari pengelolaan sampah, pembangunan pasar, pelabuhan, bandara, hingga jalan. Dirinya mengingatkan, agar skema KPBU berjalan mulus, maka pemerintah daerah harus matang dari segi perencanaan.

“Perencanaan itu penting, bagaimana menyusun struktur dan legalnya agar memberikan kepercayaan, dan private masuk,” ucapnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

45 mins ago

IHSG Kembali Merah, Ditutup Turun 0,26 Persen ke Level 6.971

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More

1 hour ago

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

1 hour ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

2 hours ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

2 hours ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

2 hours ago