Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, proses holding Ultra Mikro bakal segera terwujud dan dalam waktu dekat, dimana aturannya akan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat sesi konferensi pers APBN Kita yang digelar virtual, Senin, 21 Juni 2021. Sri Mulyani memastikan, saat ini proses izin holding sedang proses untuk ditandatangani oleh beberapa menteri terkait.
“Izin holding BUMN ultra mikro sudah selesai dan tinggal paraf dari para menteri dan akan ditandatangani oleh pak Presiden dalam satu hingga dua minggu kedepan,” kata Sri Mulyani.
Dirinya menyatakan, holding tersebut masih berjalan dengan baik sesuai dengan arahan Pemerintah. Seperti diketahui, pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro sendiri memang pertama kali digagas oleh Kementerian BUMN.
Holding Ultra Mikro terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero) (Pegadaian) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM). Dimana BRI akan menjadi induk perusahaan dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dan rencana penyetoran saham dalam bentuk selain uang (Inbreng) oleh Negara Republik Indonesia selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) BRI. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More