Hadapi Kondisi "New Normal" Pemerintah Hati-Hati Susun Kebijakan Ekonomi
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, demonstrasi yang menuntut hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 kemarin tidak begitu mengejutkan pelaku ekonomi dan pasar.
Sri Mulyani bahkan menyebut, kondisi tersebut sudah diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya oleh investor dan pelaku pasar lainnya.
“Yang terjadi kerusuhan di dalam negeri, memang seluruh investor, pelaku ekonomi, sebetulnya sudah memahami bahwa pengumuman KPU dan pemenang itu memiliku berbagai macam indikator dan mereka sudah antisipasi. Jadi tidak ada yang disebut elemen of surprise mengenai itu,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.
Dirinya juga menyayangkan atas terjadinya kerusuhan yang terjadi 22 Mei kemarin. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan kepercayaan terhadap KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).
Tak hanya itu, dirinya juga telah bertemu dengan pelaku pasar dan pihaknya menjamin rasa aman bagi para pelaku pasar.
“Mereka (pelaku pasar) percaya dan confidence bahwa ekonomi Indonesia pasca pengumuman adalah tetap baik,” tukas Sri Mulyani. (REZ)
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi lanjut melemah ke level 8.150 pada perdagangan 27 Februari 2026 setelah… Read More
Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More
Poin Penting Kinerja TUGU dan TuguRe tumbuh dengan premi, underwriting, dan laba bersih meningkat signifikan… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More