Menteri Keuangan Sri Mulyani saat doorstop. (Foto: Infobank)
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap sistem pembayaran pajak akan semakin mudah pada tahun 2020 mendatang. Bahkan dirinya berkeinginan agar membayar pajak dapat lebih mudah dari membelian pulsa.
Hal itu diungkapkannya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
“Saya ingin membayar pajak lebih mudah dari beli pulsa telepon, kalau beli pulsa dalam semenit kita bisa pakai mobile banking. Harusnya bayar pajak lebih mudah lagi,” kata Sri Mulyani di Kompleks DPR, Jakarta, Senin 17 Juni 2019.
Tak hanya itu, kemudahan dalam membayar pajak juga dinilai sebagai cara untuk mendorong kepatuhan pajak. Dirinya pun meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk bisa mengembangkan sistem yang mudah dalam melakukan pembayaran pajak.
Sebelumnya, Kemenkeu saat ini sudah melakukan reformasi perpajakan dengan menyediakan sistem pembayaran secara online melalui e-billing. Sedangkan untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) secara online melalui e-filling. (REZ)
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More