Jakarta–Menteri Keuangan RI, Bambang P.S. Brodjonegoro, tidak bosan-bosan mengingatkan kepada sektor perbankan untuk tidak ketergantungan dengan sektor komoditas.
Pasalnya sektor tersebut dinilai tidak dalam waktu cepat bisa pulih atau recovery setelah dalam beberapa tahun terakhir mengalami gejolak, seiring menurunnya harga minyak.
“Kita memahami perbankan tahun lalu menghadapi tantangan berat karena harga komoditas melemah. Sehingga tidak hanya peneriman negara yang terganggu, tetapi sektor rill juga. Bagusnya beberapa bank sudah mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan NPL dari sektor komoditas,” Kata Bambang di acara Banking Service Excellence Award 2016 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2016.
Bambang menuturkan, permasalahan komoditas punya pengaruh multiplayer efek yang signifikan. Sehingga bisa dibayangkan ketika harga tambang jatuh bisa menimbulkan pemutusan hubungan kerja karyawan karena income perusaahaan menurun.
Melihat hal ini dunia perbankan dihimbau harus bisa menata ekonomi yang tidak bergatung pada komoditas. Karena jika tidak sistem perbankan bisa tergangu karena pelemahan harga komooditas.
“Kita sudah merasakan akibat ketergantungan pada sektor komoditas. Baik itu tahun 2000-an maupun tahun 1990-an ketika harga minyak tembus 10USD/barrel,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG perdagangan perdana 2026 ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13 dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting BEI menargetkan pasar modal RI masuk 10 besar bursa dunia pada 2030 melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya optimistis IHSG tembus 10.000 pada akhir 2026, meski penutupan 2025 hanya… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo kembali absen di pembukaan perdagangan BEI 2026 karena menjalani kunjungan kerja… Read More
Oleh Wilson Arafat, Governance, Risk & Compliance (GRC) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) Specialist… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,90% ke level 8.724,90 dengan nilai transaksi mencapai Rp11,86… Read More