Operasi Moneter BI Hingga Juli 2018 Serap Rp291 Triliun
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai, kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia masih tinggi meski pandemi covid-19 belum usai. Hal tersebut tercermin dari aliran modal asing yang masuk dalam tiga bulan terakhir yakni mulai Mei, Juni hingga Juli 2020 mencapai Rp20,1 triliun.
Sri Mulyani mengatakan, angka tersebut jauh lebih baik bila dibandingkan dengan periode Januari hingga April 2020 dimana aliran modal asing keluar (capital outflow) sebanyak Rp159,6 triliun.
“Kepercayaan investor kepada Indonesia membaik dilihat dari arus modal yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik, khususnya di pasar Surat Berharga Negara (SBN),” kata Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Senin 10 Agustus 2020.
Tak hanya itu, sentimen positif juga tercermin dari penurunan imbal hasil (yield). Menurutnya, sentimen positif antara lain didukung berbagai langkah extraordinary menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi, termasuk program Burden Sharing.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, arus modal asing masuk juga turut menopang kenaikan cadangan devisa dan diharapkan semakin menstabilkan pergerakan nilai tukar rupiah kedepannya.
Sebagai informasi saja, Bank Indonesia (BI) mencatatkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2020 mencapai US$135,1 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibanding posisi akhir Juni 2020 sebesar US$131,7 miliar. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More