Moneter dan Fiskal

Menkeu Anggap Defisit Anggaran 2017 Masih Wajar

Jakarta–Pemerintah dalam APBN 2017 mengasumsikan angka defisit sebesar Rp330,2 triliun, atau 2,41 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dianggap masih terbilang wajar jika dibandingkan dengan negara lain.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017. Menurutnya, defisit anggaran Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara lain, yang tercermin dari kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

“Apakah defisit kronis? Tentu saja tidak. Dari sisi utang ke PDB nominal, absolutely kita masih dalam situasi yang cukup baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, realisasi desifit anggaran tahun lalu yang mencapai Rp307 triliun atau 2,47 persen terhadap PDB, menjadi gambaran bahwa pengelolaan keuangan negara menjadi salah satu pekerjaan penting, terutama dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Maka dari itu, bendahara negara pun akan tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam upaya menutup defisit tersebut, di tengah situasi perekonomian global yang berubah dan masih penuh dengan ketidakpastian. Tidak hanya untuk tahun ini, tapi juga di masa yang akan datang.

“Kami akan melihat dari semua kemungkinan, karena 2017 ini kami melihat tidak ada sesuatu yang normal. Kami lihat kesempatan yang bisa memberikan sumber pembiayaan terbaik,” ucapnya.

Sebagai informasi, defisit yang dipatok pemerintah pada tahun ini berasal dari total angka penerimaan negara yang ditetapkan sebesar Rp1.750 triliun, dan angka belanja negara yang mencapai Rp2.080 triliun. Sehingga, defisit anggaran 2017 diperkirakan 2,41 persen.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelola Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu per 31 Desember 2016, total utang pemerintah pusat mencapai Rp3.446 triliun, atau naik 9,53 persen apabila dibandingkan pada posisi pada tahun sebelumnya yang hanya Rp3.165 triliun. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

5 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

5 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

6 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

7 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

7 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

8 hours ago